Dalil dan Keutamaan Bulan Muharram

Date

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Tahun baru hijriyah di depan mata, bagaimana perasaan sahabat?

Alhamdulillah, akhirnya bulan Muharram akan tiba. Ia datang sebagai permulaan bulan di tahun baru islam. Pengawal di tahun 1443 Hijriyah dan penutup di 1442 Hijriyah.  Kehadiran bulan Muharram tentu menjadi kegembiraan tersendiri bagi umat islam, karena di sinilah awal cerita baru dengan tahun baru dimulai. Bicara tentang Muharram, tahukah sahabat bahwa bulan Muharram memiliki banyak keistimewaan?

  1. Muharram termasuk bulan yang suci

Dari sekian banyak bulan, ada 4 bulan yang haram yaitu Muharram, Dzul Qa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Dimana bulan Muharram adalah bulan yang suci dan dilarang agar tidak menganiaya dirinya sendiri. Termasuk dilarang melakukan peperangan ataupun pertumpahan darah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, yang arrtinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah: 36)

2. Dinamakan Syahrullah atau Bulannya Allah

اَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ. رواه مسلم

Artinya: “Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadlan adalah puasa di bulan Allah yakni bulan Muharram, dan sebaik-baik shalat setelah shalat fardlu adalah shalat malam.”(HR. Muslim)

3. Termasuk bulan yang agung disisi Allah

Imam Tabiin, Hasan Al Bashri mengatakan, “Sesungguhnya Allah SWT membuka awal tahun dengan bulan Haram (suci) dan menutup akhir tahun dengan bulan haram pula. Tidak ada bulan yang lebih agung di sisi Allah Azza Wajalla setelah Ramadhan dibandingkan bulan Muharram“.

Secara umum, puasa Muharram dapat dilakukan dengan beberapa pilihan. Diantaranya yaitu: Pertama, Puasa tiga hari, yaitu puasa tanggal 9, 10 dan 11 Muharram. Kedua, berpuasa pada hari itu dan satu hari sesudah atau sebelumnya, yaitu puasa tanggal: 9 dan 10, atau 10 dan 11. Ketiga, puasa pada tanggal 10 saja, hal ini karena ketika Rasulullah memerintahkan untuk puasa pada hari ‘Asyura para shabat berkata: “Itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, beliau bersabda: “Jika datang tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan, akan tetapi beliau meninggal pada tahun tersebut.” (HR. Muslim).

Sebagai bulan yang mulia, alangkah baiknya bila kita menyambutnya dengan amalan-amalan terbaik. Seperti lebih banyak bertaubat, berdzikir, berpuasa. Dalam sebuah hadits Imam Muslim, Abu Qotadah Al Anshori mengatakan:

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Artinya: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, “Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ‘Asyura? Beliau menjawab, “Puasa ‘Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

Bagi sahabat yang ingin lengkapi kemuliaan bulan Muharram ini dengan ibadah terbaik seperti zakat, infaq, dan sedekah dapat melalui link disini. UCare Indonesia siap menjembatani niat baik sahabat untuk membantu banyak saudara-saudara kita di tengah pandemi.

Yuk, ambil peran berbuat baik hari ini bersama UCare Indonesia, sekarang!

More
articles