Keceriaan Anak-Anak Yatim di Fun Cooking Bersama Laz Ucare, IDENA dan Bakul Kue Rumahan

Date

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram


UCAREINDONESIA.ORG – Setiap orang tentunya harus peduli terhadap asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Tidak hanya sekedar enak saja, makanan dan minuman yang dikonsumsi harus diperhatikan juga tentang halal haramnya, kandungan gizinya dan pertimbangan lainnya. Karena dengan memakan makanan yang halal dan baik juga sebagai ketaatan terhadap perintah Allah SWT.

Namun, bukan hanya kebutuhan gizi sendiri saja yang harus diperhatikan. Sebagai umat islam, kita juga perlu untuk memperhatikan gizi dan kebutuhan anak-anak yatim dan dhuafa. Oleh karena itu LAZ Ucare Indonesia mengadakan acara yang bertemakan “Berbagi Gizi untuk anak negeri – Anak-anak Yatim” yang merupakan salah satu program LAZ (Lembaga Amil Zakat) UCare Indonesia, yang termasuk dalam kegiatan program sosial – Cinta Yatim.

Kegiatan Fun Cooking ini tidak hanya diikuti oleh LAZ UCare Indonesia saja, tapi juga melibatkan beberapa komunitas. Di antaranya BKR (Bakul Kue Rumahan), IDENA (Indonesia Emas Nusantara), MAS 78 FARM, juga MTA (Majlis Taklim Al Fath). Semua memiliki tujuan yang sama yaitu mengedukasi sekaligus memberikan makanan yang bergizi bagi anak-anak Yatim.

Kegiatan ini diadakan pada hari Ahad, 01 Maret 2020 di Pecel Lele Lela, Jatiasih, Bekasi. Fun Cooking ini terdiri dari 21 orang anak-anak Yatim dan diramaikan oleh staf LAZ UCare Indonesia, Ibu Nenis serta tim ibu-ibu solid yang tergabung dalam BKR, Pak Ali dan Ibu Dini dari IDENA, Pak Deni dari Mas 78 Farm serta dari ketua dan ibu-ibu Majilis Taklim Al Fath, Kranggan.

Acara dimulai pada pukul 08.50 WIB. Dengan susunan acara yang terdiri dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al Quran yang dibawai oleh Ananda Faqih dari MTA, serta sambutan dari beberapa pihak yang mendukung terselenggaranya acara.

Salah satu sponsor acara Fun Cooking adalah IDENA. IDENA merupakan perusahaan dengan nama lengkap Indonesia Emas Nusantara. Emas dalam IDENA merupakan singkatan dari Entrepreneur MAndiri Adil dan Sejahtera.
Pak Ali Mastari Subur selaku Direktur LC dari IDENA mengatakan,

“Pengelolaan peradaban telah Rasulullah SAW contohkan. Jadi Rasulullah SAW bangun masjid untuk memulai perdaban islam. Dimana masjid dibangun untuk membangun karakter umat sebagai revolusi mental. Itulah bina pertama kali ada di masjid. Sebagai umat islam, kita harus bersinergi dan berjamaah untuk membangun peradaban karena setiap orang memiliki potensi.”
Yang kedua ada sambutan dari pihak MTA (Majlis Taklim Al Fath) yang diketuai oleh Pak Aan Kusnaidi. Disamping sebagai ketua MTA, pria kelahiran Bekasi ini juga berprofesi sebagai guru agama di SDN Jati murni 5, Pondok Melati. Majlis Talim Al Fath (MTA) ini berada di Kranggan, ujung selatan Kota Bekasi.

Beliau membangun MTA pada tanggal 17 Agustus beberapa tahun lalu. MTA telah berjalan dengan program-program terbaiknya. Seperti memberika santunan untuk 35 anak yatim dan memberi santunan kepada 50 orang dhuafa setiap. Santunan untuk dhuafa diberikan dalam bentuk sembako. Sedangkan untuk anak yatim diberikan santunan sejumlah Rp. 100.000,- per bulan. Kegiatan ini didukung oleh LAZ UCare Indonesia sebagai mitra yang bekerjasama dengan MTA.

Untuk itu, MTA berterima kasih kepada LAZ UCAre Indonesia karena telah menjadi mitra dan pembina untuk MTA dalam manajemen untuk majlis taklimnya. Kini MTA telah berjalan selama 3 tahun. Meskipun dulunya hanya lembaga pada RW, Alhamdulillah kini MTA telah berkembang pesat. MTA berharap donasi tidak hanya diterima dari LAZ UCare dan warga sekitar, tapi juga dari berbagai pihak.

Selanjutnya adalah sambutan dari Ibu Nenis dari BKR (Bakul Kue Rumahan). BKR sendiri merupakan komunitas yang terdiri dari ibu-ibu rumahan, dimana komunitas ini dibentuk agar bisa bermanfaat untuk orang lain. Harapan dengan tergabungnya mereka ke dalam komunitas BKR bisa menghasilkan dari rumah. Hingga sekarang, komunitas BKR terdiri dari 150.000 anggota yang tersebar dari seluruh wilayah di Indonesia. Seperti Makassar, Surabaya, Palembang, Medan, dll.

Tidak hanya bermanfaat untuk diri anggota, kehadiran BKR juga menjadi cahaya bagi sesamanya. BKR sendiri juga memiliki tim khusus untuk menangani bencana. Contohnya membantu memasak daging domba untuk korban Lombok. Juga memasak untuk reuni 212, memasak bersama PLN untuk korban banjir, dsb.
Ketua BKR ini juga mengatakan, “Semoga kegiatan bisa berjalan lagi ke depannya. Karena kita selain banyak menerima juga harus banyak memberi. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa berlanjut kemudian.”

Acara memasak dimulai pukul 09.47 WIB oleh ibu Nenis bersama teman-teman komunitasnya. Adapun makanan yang dibuat adalah chicken nugget, tahu telur, sambal tomat dan membuat minuman booba milk. Masakan-masakan yang dibuat adalah makanan yang baik untuk tubuh serta mengandung protein yang cukup dan disukai oleh anak-anak Yatim.

Setelah memasak, kegiatan pun berganti menjadi ISOMA. Kemudian pukul 14.17 WIB acara dilanjut dengan pembagian bingkisan dari LAZ UCare Indonesia dan BKR kepada anak-anak yatim dari MTA Kranggan, Bekasi.

Alhamdulillah acara telah berjalan dengan baik dan lancar. Seluruh peserta Fun Cooking sangat menikmati acara yang menyenangkan ini. Kami dari LAZ UCare Indonesia mengucapkan terima kasih banyak kepada para donatur atas segala kebaikan yang diberikan. Semoga Allah SWT membalas semua amal sholeh yang telah donator lakukan. Aaamiiin Aaamiiin Ya Rabbal Alamin.

More
articles