Hidup sehat merupakan sesuatu yang diidam-idamkan setiap manusia. Berbagai pola dan cara kita mencari konsultasi dengan dokter ataupun ahli gizi.

Padahal Rasulullah SAW juga adalah seorang dokter, hal ini dibuktikan dalam sebuah hadist.

Ada seseorang laki-laki menghadap Nabi Saw. Ia berkata, “Saudaraku mengeluhkan sakit pada perutnya.” Nabi bersabda: “Minumkan ia madu.”

Orang itu datang untuk kedua kalinya. Nabi bersabda, “Minumkan ia madu.” Orang itu datang lagi pada kali yang ketiga, Nabi tetap berkata: “Minumkan ia madu.”

Setelah itu, orang itu datang lagi dan menyatakan: “Aku telah melakukannya (namun belum sembuh juga)”. Nabi bersabda: “Allah Mahabenar dan perut saudaramu itu dusta. Minumkan lagi madu.” Orang itu meminumkannya lagi, maka saudaranya pun sembuh.” (HR  Bukhari dan Muslim).

Selain nabi SAW seorang dokter, ia juga bergaya hidup sehat. Selama ia hidup, Rasulullah SAW tidak pernah sakit. Gaya hidup sehat ini yang harusnya diikuti oleh umatnya. Tidak perlu mencari-cari lagi cara bagaimana hidup sehat.

Seperti apa sih, hidup sehat ala Rasulullah SAW? Ukhuwah Care Indonesia akan berikan tipsnya.

  1. Sering berpuasa

Rasulullah SAW dalam sepanjang hidupnya sering melakukan puasa. Bahkan ada hadist yang mengatakan beliau SAW, sering mengganjal perutnya dengan batu.

Suatu ketika Rasulullah SAW menjadi imam shalat. Para sahabat yang menjadi makmum di belakangnya mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh Rasulullah bergeser antara satu sama lain.

Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai sholat, ”Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, apakah Anda sakit?” Namun Rasulullah menjawab, ”Tidak. Alhamdulillah, aku sehat dan segar.”

Mendengar jawaban ini Sahabat Umar melanjutkan pertanyaannya, ”Lalu mengapa setiap kali Anda menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan? Kami yakin engkau sedang sakit…”

Melihat kecemasan di wajah para sahabatnya, Rasulullah pun mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Ternyata perut Rasulullah yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil untuk menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali tubuh Rasulullah bergerak.

Umar memberanikan diri berkata, ”Ya Rasulullah! Adakah bila Anda menyatakan lapar dan tidak punya makanan, lalu kami hanya akan tinggal diam?”

Rasulullah menjawab dengan lembut, ”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu ini. Tetapi apakah yang akan aku jawab di hadapan Allah nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban bagi umatnya?”

Para sahabat hanya tertegun. Rasulullah melanjutkan, ”Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah Allah buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.

Selain itu, Rasulullah juga menganjurkan untuk berpuasa senin, kamis, tiga hari di tengah bulan, di bulan sya’ban dan wajib di bulan ramadhan.

” Dari Usamah bin Zaid, ia berkata, ” Aku bertanya pada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, aku tak melihat engkau berpuasa dalam sebulan sebagaimana engkau lakukan di bulan Sya’ban.’ Rasulullah menjawab, ‘Bulan itu (Sya’ban) adalah bulan yang banyak orang lalai darinya, karena berada di antara bulan Rajab dan Ramadan. Pada bulan Sya’ban, amalan diangkat kepada hadirat Alloh, maka aku ingin amalanku diangkat selagi aku sedang berpuasa.”

Bagikan Informasi
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •