Zakat Perhiasan dan Ketentuannya dalam Islam
zakat perhiasan_ucare indonesia

Date

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Sahabat muslimah, setiap wanita pada dasarnya menyukai berhias dan suka dengan perhiasan yang terbuat dari emas dan perak. Baik perhiasan itu berwujud cincin, gelang, anting, kalung, jam tangan hingga aksesoris lainnya. Dengan memakai perhiasan, seorang wanita memang nampak lebih cantik. Namun itu hanya pelengkap, karena pada dasarnya semua wanita memang cantik. Agama islam pun tidak melarang bagi seorang wanita untuk memakain perhiasan, namun dengan catatan selama masih dalam batas kewajaran (tidak berlebih-lebihan) dan tidak mengandung riya’ dalam penggunaannya.

KETENTUAN ZAKAT PERHIASAN

Namun perlu diingat kembali sahabat, bahwa perhiasan baik emas ataupun perak yang digunakan masuk ke dalam bagian harta yang harus dikeluarkan zakatnya. Alkisah pada zaman Rasulullah, seorang wanita mendatangi Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersama putrinya. Pada tangan putrinya ada dua gelang emas yang tebal. Kemudian beliau berkata kepada Wanita tersebut, “Sudahkah engkau memberikan zakat gelang ini?” Wanita tadi menjawab, “Belum.”

Kemudian, Rasulullah bertanya, “Apakah kamu senang jika Allah memakaikan gelang padamu di hari kiamat dengan dua gelang dari api neraka?” Kemudian Wanita tersebut melepas kedua gelang itu dan menyerahkannya kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dan berkata, “Dua gelang itu untuk Allah dan RasulNya.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i)

DALIL ZAKAT PERHIASAN (EMAS & PERAK)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “…Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih; pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahanam, lalu dibakar dengannya dahi, lambung, dan punggung mereka, (lalu dikatakan) kepada mereka, Inilah harta benda kalian yang kalian simpan untuk diri kalian sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kalian simpan itu.” (Qur’an Surat At-Taubah ayat 34-35)

Baca artikel lainnya: Dua Mata yang Tidak Akan Tersentuh Api Neraka

Dari Ali bin Abi Thalib, Sesungguhnya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: Tidak ada kewajiban atas kamu sesuatupun yaitu dalam emas sampai memiliki 20 dinar. Jika telah memiliki 20 dinar dan telah berlalu satu haul, maka terdapat padanya zakat ½ dinar. Selebihnya dihitung sesuai dengan hal itu, dan tidak ada zakat pada harta, kecuali setelah satu haul.  (Hadits Ali bin Abi Thalib diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunannya no. 1573, dihasankan oleh Syaik Al Albani).

NISAB ZAKAT PERHIASAN (EMAS & PERAK)

Seseorang dikenakan kewajiban mengeluarkan zakat perhiasan saat ia sudah memiliki emas sebesar 20 dinar (85 gram emas) atau perak sebesar 200 dirham (595 gram perak) dan sudah mencapai setahun. Zakat yang harus dikeluarkan sebesar 2,5%.

Di tengah pandemi ini, selain menunaikan zakat datang langsung ke kantor UCare Indonesia, bagi Bapak/Ibu yang hendak membayar zakat (termasuk zakat perhiasan) dapat menunaikan lewat transfer antar bank ke rekening UCare Indonesia.

Mandiri 167 000 2432 085

BSI 685 664 7010

BCA 066 327 1960

A.n Yayasan Ukhuwah Care Indonesia

Informasi dan konfirmasi melalui:

Telp. (021) 8896 0316

Hotline. +62 8222 3339 773

Informasi lengkap dan sapa kami melalui:

Instagram : @lazucare

FB : UCare Indonesia

Twitter : @ucareindonesia

You Tube : LAZ UCare

Telegram : https://t.me/UCareIndonesia

Website : https://www.ucareindonesia.org

Website Donasi : https://donasi.ucareindonesia.org/

Email : [email protected]

More
articles

Kontak Kami

Jl. Rajawali Raya No.73 RT.009/RW.002, Kel. Kayuringin Jaya, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat 17144

+62-822-2333-9773

(021) 88960316