Bacaan Zikir Pagi Lengkap dengan Artinya: Amalan Sunah Memulai Hari
bacaan zikir pagi

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

bacaan zikir pagi

Zikir pagi merupakan salah satu amalan yang disunahkan bagi umat Islam untuk memulai hari. Amalan ini bermanfaat agar kita bisa memulai hari dengan penuh keberkahan. Simak penjelasan mengenai bacaan zikir pagi dalam artikel berikut lengkap dengan artinya.

Waktu Membaca Zikir Pagi

bacaan zikir pagi

Sebelum mengetahui bacaan zikir pagi, penting untuk memahami waktu mengamalkan zikir pagi. Syaikh Sa’id bin bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani menjelaskan waktu yang paling utama untuk membaca zikir pagi adalah sejak terbit fajar hingga matahari terbit (waktu bukroh).

Amalan membaca bacaan zikir pagi ini tidak hanya mendatangkan ketenangan jiwa, tetapi juga menjadi benteng perlindungan dari berbagai keburukan dan membuka pintu-pintu kebaikan serta keberkahan rezeki sepanjang hari.

Baca Juga: Ayat Alquran tentang Qurban, Wujud Taat Seorang Hamba kepada Allah Ta’ala

Bacaan Zikir Pagi

bacaan zikir pagi

Berikut ini tuntunan lengkap bacaan zikir pagi yang dianjurkan untuk diamalkan di pagi hari, melansir berbagai sumber:

Membaca Ta’awudz

Taawudz dibaca 1 kali sebagai langkah awal memohon perlindungan sebelum memulai bacaan zikir pagi. Berikut ini bacaannya:

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

Latin: A’uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

Baca Juga: Bacaan Doa Melihat Kakbah Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Ayat Kursi

bacaan zikir pagi

Bacaan zikir pagi dilanjutkan dengan membaca Surah Al Baqarah ayat 255 yang juga dikenal sebagai ayat kursi.

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Latin: Allāhu lā ilāha illā huw(a), al-ḥayyul-qayyūm(u), lā ta’khużuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), man żal-lażī yasyfa‘u ‘indahū illā bi’iżnih(ī), ya‘lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai’im min ‘ilmihī illā bimā syā'(a), wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ(a), wa lā ya’ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm(u).

Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.” (QS. Al-Baqarah: 255)

Baca Juga: Tata Cara Sholat di Pesawat dan Tayamaum untuk Jamaah Haji

Surat Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas

Tiga surat ini dikenal sebagai Al-Mu’awwidzat yaitu surat-surat perlindungan. Kamu juga bisa mengamalkan tiga surat ini dalam bacaan zikir pagimu.

Rasulullah SAW bersabda: “Bacalah surat Al-Ikhlas dan Al-Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas) ketika sore hari dan pagi hari sebanyak tiga kali, hal itu akan mencukupimu dari segala sesuatu”.

a. Surat Al-Ikhlas (3x)

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، اللَّهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Latin: Qul huwallāhu aḥad, Allāhuṣ-ṣamad, lam yalid wa lam yūlad, wa lam yakul-lahū kufuwan aḥad

Artinya: “Katakanlah (Muhammad), ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.'” (QS. Al-Ikhlas: 1-4)

b. Surat Al-Falaq (3x)

ُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Latin: Qul a‘ūżu birabbil-falaq, min syarri mā khalaq, wa min syarri ghāsiqin idzā waqab, wa min syarrin-naffāthāti fil-‘uqad, wa min syarri ḥāsidin idzā ḥasad

Artinya: “Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.'” (QS. Al-Falaq: 1-5)

c. Surat An-Nas (3x)

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَٰهِ النَّاسِ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Latin: Qul a‘ūżu birabbin-nās, malikin-nās, ilāhin-nās, min syarril-waswās al-khannās, alladzī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās, minal-jinnati wan-nās

Artinya: “Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.'” (QS. An-Nas: 1-6).

Doa Allahumma bika Ashbahna

bacaan zikir pagi

Setelah membaca tiga surat di atas, bacaan zikir pagi dilanjutkan dengan bacaan berikut ini:

Arab: اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُورُ

Latin: Allahumma bika ashbahna, wa bika amsayna, wa bika nahya, wa bika namutu, wa ilaikan nusyur

Artinya: “Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami berada di waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami berada di waktu petang, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami mati, dan kepada-Mu kami dibangkitkan.”

Baca Juga: Sejarah Kurban dalam Islam: Teladan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS

Sayyidul Istighfar

Rasulullah SAW bersada dalam sebuah hadis riwayat Imam Al Bukhari bahwa barang siapa yang membaca sayyidul istighfar pada bacaan zikir pagi hari dengan penuh keyakinan, lalu meninggal pada siang itu, maka ia termasuk penghuni surga.

Berikut ini bacaannya:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Latin: Allahumma anta rabbi laa ilaaha illa anta, khalaqtani wa ana ‘abduka, wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’udzu bika min syarri maa shana’tu, abuu’u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu’u bidzanbi faghfir li, fa-innahuu laa yaghfirudz-dzunuuba illa anta

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam janji dan perjanjian-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku, dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”

Zikir Lain yang Dianjurkan

Saat membaca bacaan zikir pagi, kita juga bisa mengamalkan bacaan zikir lainnya seperti:

a. Bacaan Tasbih 100 kali

سُبْحَانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ

Latin: Subhanallahi wa bihamdihi

Artinya: “Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya”

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa, ketika pagi dan sore, membaca doa ‘Subhanallahi wa bihamdihi’ sebanyak seratus kali, maka pada hari kiamat tidak ada orang lain yang melebihi pahalanya kecuali orang yang juga pernah mengucapkan bacaan seperti itu atau lebih”.

b. Tahlil dan Tahmid

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Latin: Laa ilaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syaiin qodir

Artinya: “Tidak ada Tuhan kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, hanya untuk-Nya kerajaan dan segala pujian dan Dia lah yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”

Baca Juga: Lafal Bacaan Talbiyah Haji & Umrah Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya

Doa Setelah Zikir Pagi

bacaan zikir pagi

Setelah menyelesaikan bacaan zikir pagi di atas, dianjurkan untuk membaca doa penutup berikut:

Arab: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201)

Doa ini sangat dianjurkan karena mencakup seluruh kebaikan di dunia dan akhirat, serta memohon perlindungan dari siksa neraka.

Demikian penjelasan mengenai bacaan zikir pagi yang disunahkan untuk diamalkan pada pagi hari untuk memulai hari. Selain zikir dan doa, umat Islam juga dianjurkan melakukan amalan-amalan pembuka rezeki lainnya tak terkecuali sedekah subuh.

More
articles

Scroll to Top