Korban Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera: 442 Orang Meninggal Dunia, 402 Hilang
Penyaluran bantuan bencana Sumatera Barat

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Banjir dan tanah longsor di Sumatera
Kondisi pascabanjir wilayah di Desa Hotagodang , Batangtoru, Tapanuli Selatan pada Minggu (30/11/2025). Sumber: BNPB

Indonesia kini tengah berduka. Banjir dan tanah longsor di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menelan korban jiwa hingga 442 orang, sementara 402 dinyatakan hilang.

Update Korban Bencana Sumatera

Banjir dan tanah longsor di Sumatera
Kondisi pascabanjir wilayah di Desa Hotagodang , Batangtoru, Tapanuli Selatan pada Minggu (30/11/2025). Sumber: BNPB

Banjir dan tanah longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak 25 November 2025. Akibatnya, ribuan warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka hancur tersapu banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban tewas akibat banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara mencapai 217 orang per hari Minggu (30/11/2025). Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan jumlah sebelumnya.

“Jadi korban jiwa untuk Sumatera Utara 217 jiwa yang meninggal dunia, kemudian 209 yang masih hilang. Rinciannya ini semua ya untuk Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan,” kata Suharyanto melalui konferensi pers yang disiarkan BNPB melalui akun resmi media sosial YouTube BNPB Indonesia, Minggu (30/11/2025).

Beralih ke Provinsi Aceh, hingga sore kemarin tercatat 96 jiwa meninggal dunia dan 75 jiwa hilang, tersebar di Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya. Di Sumatera Barat, tercatat 129 jiwa meninggal dunia, 118 hilang, dan 16 luka-luka.

Baca Juga: UCare Indonesia X Klinik Sirandy Gelar Senam Bersama dan Pemeriksaan Kesehatan

Ribuan Warga Mengungsi

Banjir dan tanah longsor di Sumatera
Akses jalan terputus di jalan Sicincin-Malalak-Balingka akibat terjangan banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). Sumber: BNPB

Banjir dan tanah longsor di Sumatera juga menyebabkan warga di sana mengungsi ke beberapa titik. BNPB mencatat di Provinsi Aceh jumlah pengungsi mencapai 62.000 KK di berbagai kabupaten/kota. Sementara di Sumatera Utara, pengungsi tersebar di beberapa titik, antara lain 3.600 jiwa di Tapanuli Utara, 1.659 jiwa di Tapanuli Tengah, 4.661 jiwa di Tapanuli Selatan, 4.456 jiwa di Kota Sibolga, 2.200 jiwa di Humbang Hasundutan, dan 1.378 jiwa di Mandailing Natal.

Baca Juga: Usaha Barbershop Rumah Pemberdayaan LAZ UCare Indonesia Resmi Dibuka!

Akses Darat Masih Terputus

Banjir dan tanah longsor di Sumatera

Akses darat di beberapa kabupaten masih terputus akibat longsor dan kerusakan jembatan. Di Tapanuli Utara, jalan Tarutung–Sibolga terputus di sejumlah titik dan sejumlah desa di Parmonangan dan Adiankoting masih belum dapat dijangkau dengan total lebih dari 12.000 jiwa terdampak.

“Untuk Tarutung-Sibolga ini masih normalisasi. Yang bisa ditembus alat berat ini 40 kilometer,” kata Suharyanto.

Di Mandailing Natal, jalur Singkuang–Tabuyung serta ruas Batang Natal–Muara Batang Gadis terputus pada beberapa titik sehingga sejumlah kecamatan terisolasi akibat banjir dan tanah longsor di Sumatera.

Di Tapanuli Tengah, pembersihan material longsor terus dilakukan pada ruas jalan nasional Sibolga–Padang Sidempuan, Sibolga–Tarutung, serta jembatan yang rusak di beberapa titik.

Kondisi akses yang terputus akibat banjir dan tanah longsor di Sumatera juga terjadi di Aceh. Sejumlah jalur utama masih terputus total, termasuk perbatasan Sumut–Aceh Tamiang, jembatan Meureudu di perbatasan Pidie Jaya–Bireuen, serta jalan nasional di Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah. Akses Subulussalam–Aceh Selatan masih tergenang tanpa jalur alternatif.

Baca Juga: Pelatihan Daur Ulang Organik: Upaya Pemberdayaan Masyarakat untuk Peduli Lingkungan

Indonesia Tanggap Bencana: Saatnya Bergerak, Siaga, dan Saling Menjaga

Banjir dan tanah longsor Sumatera

Di tengah rentetan bencana yang melanda, termasuk banjir dan tanah longsor di Sumatera, mari sejenak menitipkan indonesia dalam doa. Semoga Nusantara kembali pulih dan tenang, warganya kuat, dan selalu dilindungi.

Tetap waspada, dan inilah saatnya bergerak, siaga, dan saling menjaga, karena kesiapsiagaan kita adalah harapan bagi banyak jiwa. Warga membutuhkan makanan siap santap, air bersih, penerangan darurat, serta layanan kesehatan dasar.

Mari bersama-sama kita turut membantu saudara-saudara kita yang tengah bertahan dalam ujian besar dengan berdonasi di sini.

More
articles

Scroll to Top