Semenjak Covid-19 diresmikan sebagai pandemi global, tak bisa disangkal bahwa perjalanan ekonomi saat ini mengalami masa yang tidak stabil. Terutama bagi mereka para pemangku profesi pekerja harian dan pekerja informal. Bahkan tenaga pengajarpun ikut serta merasakan dampaknya.
Sekarang ini, orang-orang yang berprofesi sebagai guru TK dan guru mengaji pun merasakan ketidakstabilan dalam ekonominya. Padahal, peran mereka sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter seorang anak harusnya didukung dengan penerimaan yang sepadan. Seperti tercukupinya kebutuhan pangan untuk sehari-hari mereka dan keluarganya.
Namun, ditengah wabah yang menimpa dunia, termasuk Indonesia, saat ini mengharuskan mereka untuk membuat sistem monitoring belajar dari rumah. Alangkah beruntungnya bila pembayaran sekolah masih berlanjut seperti biasa, tapi sayangnya tidak semua sekolah mengalami hal serupa. Seperti yang dialami oleh ibu Rusmiati selaku kepala pembina TPA/TKIT An-Nahl Pondok Cipta. Semenjak sekolah yang memberlakukan belajar dari rumah dan dilatarbelakangi dari banyaknya pendapatan orang tua yang juga menurun, alhasil pembayaran sekolah pun dilakukan semampunya atau seikhlasnya wali murid. Pada kenyataannya hal ini sangat berpengaruh untuk perekonomian guru-guru TK. Meski begitu, ibu Rusmiati tidak putus semangat. Beliau tetap berjuang mengajar semaksimal dan semampu mungkin demi murid-muridnya.
“Saya akhirnya ya nyuruh anak anak belajar di rumah. Sebenernya bisa dibilang jadi libur. Cuma saya kasih tugas aja mereka. Kalo gitu ngga enak juga ke orang tua buat bayar TK, jadi sekarang seikhlasnya aja orang tua bayar, mereka juga pasti pendapatan berkurang. Alhamdulillah walau kondisi gini ada aja yg ngasih bantuan diluar pekerjaan saya sebagai guru TK. Saya harap ya semua berjalan normal lagi, virus selesai, saya bisa ngajar lagi.” Ujar Ibu Rusmiati
selaku kepala sekolah/pembina TPA/TKIT An Nahl. Melihat kondisi ini, pada hari Selasa, 12 Mei 2020 pukul 15.00 WIB, LAZ UCare Indonesia bekerja sama dengan Laa Tansa Aqiqah-Bintara sebagai penyedia makanan aqiqah dan sebagai penyalur bantuan distribusi memberikan bantuan 27 paket sembako dan makanan yang terdiri dari beras 5kg, ayam ungkep 1 ekor, dan kurma 1 kotak kepada 9 TK/TPA yang ada di Bintara , Bekasi Barat.
Lumbung pangan ini diberikan kepada para pengajar yang mengelola TK/TPA. Adapun TPA/TPQ yang menerima bantuan pangan di antaranya: TPA An Nahl, TPA Darul Ukhuwah, TPQ Al Husna, TPA Al Biruni, TPA Sahabat Muslimah, TPA Alh Hikmah 42, TPA Darul Jannah, dan TPQ Nurul Awwal di Bintara.
Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban ekonomi guru-guru disana serta memberikan semangat untuk tetap istiqomah mendidik para muridnya walau diterpa wabah covid 19 ini.
Sahabat di bulan suci ini, yuk kita perbanyak bersedekah agar Allah senantiasa memberikan keselamatan, kerberkahan kepada kita semua.
Sedekah via digital bisa disalurkan melalui transfer ke nomer rekening di bawah ini:
Bank Muamalat 3050 7000 73
BSM 7100 3000 14
Mandiri 167 000 2432 085
BNI Syariah 068 566 4701
BCA 066 327 1960
A.n Yayasan Ukhuwah Care Indonesia
BRI 1623 01 000 032 307
A.n UCare Indonesia
Tambahkan infaq Rp. 119 sebagai tanda donasi.
Contoh: transfer Rp. 1.000.119
Konfirmasi dan informasi ke
Telp. (021) 8896 0316
Hotline. 0813 9555 5868
Informasi lengkap dan sapa kami melalui:
Instagram : @lazucare
FB : Laz U-care ID
Twitter : LAZ Ucare
Telegram : https://t.me/UCareIndonesia
Website : https://www.ucareindonesia.org
Email :Â sapakami@ucareindonesia.org





