Jelang Kemerdekaan RI, Ketahui 5 Dalil Cinta Tanah Air dalam Al-Qur’an dan Hadis
dalil cinta tanah air

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

dalil cinta tanah air

Jelang peringatan kemerdekaan Indonesia ke-81, penting bagi kita merenungkan kembali makna cinta tanah air (hubbul wathan) dalam Islam. Ada banyak dalil cinta tanah air yang dijelaskan secara tersirat dalam Al-Qur’an dan Hadis. Simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini.

Makna Cinta Tanah Air dalam Islam

dalil cinta tanah air

Sebelum mengetahui dalil cinta tanah air dalam Al-Qur’an dan hadis, penting untuk memahami makna cinta tanah air dalam pandangan Islam.

Mengutip laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), mencintai tanah tempat kita dilahirkan, tumbuh, dan menghabiskan sisa usia merupakan fitrah manusia. Dalam banyak riwayat juga dijelaskan bahwa Rasulullah SAW sangat mencintai tanah kelahirannya, Mekkah, dan Madinah sebagai tempat di mana dakwah beliau berkembang hingga Nabi SAW menutup mata.

Di Indonesia, ungkapan hubbul wathan minal iman (mencitai tanah air bagian dari iman) pertama kali dicetuskan oleh KH. Hasyim Asy’ari untuk merawat nasionalisme dan menjaga keutuhan bangsa.

Rasa cinta tanah air dapat diwujudkan melalui belajar dengan tekun, menghormati orang tua dan guru, menghargai sesama tema, serta berusaha untuk melakukan banyak hal yang bermanfaat untuk agama, bangsa, dan sesama.

Baca Juga: Doa untuk Orang Tua: Arab, Latin, dan Artinya

Dalil Cinta Tanah Air

dalil cinta tanah air

Terdapat banyak dalil yang secara tersirat menyinggung tentang cinta tanah air dan rasa nasionalisme. Berikut ini sejumlah dalil cinta tanah air dalam Al-Qur’an dan Hadis yang dapat dijadikan pengingat untuk tetap mencintai Indonesia.

Surat Al Anbiya ayat 92

Dalil cinta tanah air yang pertama terdapat dalam Al-Qur’an Surat Al Anbiya ayat 92 yang berbunyi:

اِنَّ هٰذِهٖٓ اُمَّتُكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةًۖ وَّاَنَا۠ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْنِ

“Sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.”

Pendapat Ulama Ahmad Musthafa Al Maraghi dalam tafsir al-Maraghi mengenai ayat ini yaitu pentingnya menjaga persatuan di antara masyarakat tanpa melihat perbedaan satu sama lain. Sebab esensi dari agama Islam pada ayat di atas adalah persatuan.

Baca Juga: 5 Keutamaan Sedekah Setiap Hari, Melancarkan Rezeki dan Hidup Penuh Berkah

Surat Al Baqarah ayat 144

Dalil tentang cinta tanah air selanjutnya terdapat dalam Al-Qur’an Surat Al Baqarah ayat 144 yang berbunyi:

قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ

Artinya: “Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.”

Quraish Shihab berpendapat dalam tafsirnya bahwa pada surat Al Baqarah ayat 144 adalah syarat akan nasionalisme. Hal tersebut dibuktikan Rasulullah SAW saat peristiwa perubahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Kabah. Dikarenakan Kakbah merupakan kiblat leluhur Nabi Muhammad SAW dan kebanggaan bagi masyarakat Arab.

Pada peristiwa tersebut tersirat bahwa rasa cinta tanah air tidak cukup hanya diucapkan dengan ungkapan “hubbul wathan minal iman” melainkan justru butuh bukti yang konkret dari perkataan tersebut.

Baca Juga: Bacaan Doa Qunut Subuh: Arab, Latin, dan Artinya

Surat Al A’raf ayat 160

dalil cinta tanah air

وَقَطَّعْنٰهُمُ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ اَسْبَاطًا اُمَمًاۗ وَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اِذِ اسْتَسْقٰىهُ قَوْمُهٗٓ اَنِ اضْرِبْ بِّعَصَاكَ الْحَجَرَۚ

Artinya: “Dan Kami membagi mereka menjadi dua belas suku yang masing-masing berjumlah besar, dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya, “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!”

Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah menjelaskan bahwa pada ayat ini Allah SWT mengelompokkan hamba-Nya berdasarkan kelompok atau keturunannya. Pengelompokan tersebut bertujuan agar mereka saling mengenal, berlomba-lomba dalam kebaikan, dan saling mengenal tanpa memandang perbedaan, bukan untuk berpecah belah atau mencari kelemahan satu dengan yang lainnya.

HR. Tirmidzi

Dalil cinta tanah air dalam Islam juga terdapat dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi yang berbunyi:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَكَّةَ : ” مَا أَطْيَبَكِ مِنْ بَلَدٍ، وَأَحَبَّكِ إِلَيَّ، وَلَوْلَا أَنَّ قَوْمِي أَخْرَجُونِي مِنْكِ مَا سَكَنْتُ غَيْرَكِ “

Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, dia berkata, “‘Rasulullah SAW. bersabda kepada kota Makkah, ‘Sungguh dirimu (kota Makkah) negeri yang amat indah, dan paling aku cintai, jikalau masyarakat Makkah tidak mengusirku, niscaya aku tidak akan tinggal di tempat lain selain dirimu (kota Makkah)’” (HR. Tirmidzi no. 3926)

Baca Juga: Sedekah kepada Orang Tua: Pengertian, Keutamaan, dan Caranya

HR. Bukhari

dalil cinta tanah air

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ الْمَدِينَةِ أَوْضَعَ رَاحِلَتَهُ، وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا.

Dari Anas ra. berkata; Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila pulang dari bepergian dan melihat dataran tinggi kota Madinah, Beliau mempercepat jalan unta Beliau dan bila menunggang hewan lain Beliau memacunya karena kecintaannya (kepada Madinah). (H.R. Bukhari no. 1886)

Dalam hadis ini dijelaskan bahwa Rasulullah SAW juga sangat mencintai Kota Madinah, tempat dakwah beliau berkembang sangat sukses hingga menjadi tempat peristirahatan terakhir beliau.

Demikian penjelasan mengenai dalil cinta tanah air dalam Al-Qur’an dan Hadis. Semoga di bulan kemerdekaan Indonesia ini, dapat kita jadikan sebagai momen meningkatkan rasa cinta kita kepada tanah air. Aamiin.

More
articles

Scroll to Top