Duka di NTT Usai Diguncang Gempa, Saatnya Kita Bergerak Bersama
doa saat terjadi bencana alam

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Duka di NTT
Kerusakan bangunan rumah warga yang terdampak gempabumi M7,7 di Kabupaten Manggarai. (Sumber : BPBD Kabupaten Manggarai)

Duka di NTT begitu terasa sejak Sabtu (15/8/2026) dini hari. Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, dengan pusat gempa sekitar 30 kilometer timur laut Kabupaten Nagekeo pada kedalaman 15 kilometer. Guncangan hebat ini bahkan sempat memicu peringatan dini tsunami di empat provinsi sebelum dicabut BMKG beberapa jam kemudian. Bagi warga Flores, pagi yang semula tenang itu berubah menjadi duka di NTT dalam hitungan detik—rumah-rumah yang menjadi tempat berteduh selama bertahun-tahun kini rata dengan tanah, sementara keluarga harus berlarian menyelamatkan diri tanpa sempat membawa apa pun.

Update Korban Terdampak

Duka di NTT
Kerusakan bangunan rumah warga yang terdampak gempabumi M7,7 di Kabupaten Ende. (Sumber : BPBD Kabupaten Ende)

Duka di NTT bukanlah sekadar tangis para warga terdampak di sana. Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa (18/8/2026) mencatat sedikitnya 68 orang meninggal dunia dan 213 orang mengalami luka-luka akibat gempa ini.

Guncangan susulan pun belum juga reda—BMKG mencatat sudah 2.119 kali gempa susulan mengguncang wilayah Flores hingga Selasa pagi, dengan 24 di antaranya berkekuatan di atas magnitudo 5, membuat warga yang selamat semakin waswas untuk kembali ke rumah mereka yang sudah retak. Ribuan warga pun masih bertahan di titik-titik pengungsian, sebagian tidur di tenda darurat, sebagian lagi mengungsi mandiri ke rumah kerabat karena tempat tinggal mereka tak lagi aman dihuni.

Baca Juga: Update Gempa NTT: 53 Orang Meninggal Dunia, 137 Orang Luka-luka

Fasilitas Publik Rusak, Layanan Dasar Terhambat

Duka di NTT

Bencana ini bukan hanya merenggut rumah, tetapi juga fasilitas yang menjadi tumpuan hidup warga sehari-hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT mencatat kerusakan terus meningkat seiring perluasan pendataan—dari semula 1.639 unit rumah rusak pada hari pertama, kini melonjak menjadi 7.968 unit rumah rusak hanya dalam dua hari, disertai 744 fasilitas umum dan infrastruktur yang turut rusak. Kerusakan fasilitas umum ini pun menambah duka di NTT.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah turut mencatat 253 sekolah terdampak di berbagai jenjang, dengan Kabupaten Manggarai sebagai wilayah kerusakan terparah. Anak-anak kehilangan tempat belajar, sementara layanan kesehatan yang seharusnya menjadi andalan warga terdampak kini justru ikut lumpuh di saat mereka paling membutuhkannya.

Baca Juga: Hadiri Zikir dan Doa Bersama, UCare Indonesia Salurkan 20 Sembako Mulia

Ayo Bergerak Bersama, Salurkan Donasimu Melalui UCare Indonesia

Duka di NTT

LAZ UCare Indonesia telah bergerak cepat menyalurkan bantuan tanggap darurat ke titik-titik terdampak paling parah di Flores, mulai dari bahan makanan dan air bersih, perlengkapan logistik pengungsian, hygiene kit dan kebutuhan kesehatan, hingga operasional dapur umum bagi warga terdampak. Namun kebutuhan di lapangan masih sangat besar, dan perjalanan pemulihan warga Flores masih panjang.

Duka di NTT adalah duka kita semua. Mari jadi bagian dari kebaikan yang menguatkan langkah saudara-saudara kita di NTT untuk bangkit kembali. Salurkan donasi terbaik Anda sekarang di sini. Setiap rupiah yang Anda titipkan adalah harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang.

More
articles

Scroll to Top