
Zakat merupakan rukun Islam ketiga dan wajib ditunaikan bagi yang telah memenuhi syarat. Ada banyak hikmah dan tujuan zakat, tak hanya bagi individu tapi juga masyarakat. Simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini.
Pengertian Zakat


Sebelum mengetahui hikmah dan tujuan zakat bagi individu dan masyarakat, penting untuk memahami pengertian zakat.
Secara bahasa, zakat berasal dari kata ‘zakaa-yazkuu-zakaatan’ yang bermakna bersih, baik, tumbuh dan berkembang. Sementara secara istilah, zakat merupakan harta yang wajib dikeluarkan dari seseorang untuk diberikan kepada orang yang berhak menerimanya, dan pelaksanaannya terikat pada aturan-aturan yang telah ditentukan syariat.
Sedangkan dalam Islam secara umum, zakat artinya sebagian harta yang wajib diberikan kepada orang-orang tertentu dengan syarat-syarat tertentu. Secara umum, zakat terbagi menjadi dua yakni zakat fitrah dan zakat mal yang meliputi zakat emas dan perak, zakat penghasilan, zakat perdagangan, dan hasil pertanian.
Baca Juga: Fatwa MUI: Pria Haram Berbusana Perempuan saat Acara 17 Agustus
Hikmah Zakat


Sebagai pokok ajaran agama, zakat mengandung hikmah dan tujuan tertentu. Berikut ini beberapa hikmah dan tujuan zakat bagi individu dan masyarakat.
Membersihkan Harta dan Jiwa
Sejatinya, harta yang kita miliki bukanlah sepenuhnya milik kita, namun terdapat hak orang miskin yang dititipkan Allah di dalamnya. Dengan menunaikan zakat, seorang Muslim menjaga agar harta yang ia peroleh benar-benar halal dan berkah.
Selain itu, zakat juga dapat membersihkan jiwa kita menghindarkan diri dari sifat tamak dan serakah. Banyak orang terjebak pada keinginan untuk menumpuk kekayaan tanpa mempedulikan hak orang lain. Zakat menjadi jalan tengah untuk menyeimbangkan antara mencari dunia dan mengingat akhirat.
Baca Juga: Rabiul Awal 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Perkiraannya
Meningkatkan Kepedulian Sosial


Salah satu hikmah dan tujuan zakat adalah menjadi sarana mengurangi kesenjangan sosial, menumbuhkan solidaritas dan rasa persaudaraan di tengah umat Islam. Dengan begitu, zakat berperan menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan menekan konflik sosial akibat kesenjangan ekonomi.
Baca Juga: 5 Ide Quality Time Ayah bersama Anak Laki-Laki, Cocok untuk Akhir Pekan
Menguatkan Ekonomi Umat
Zakat tidak hanya berdampak pada aspek spiritual, tetapi juga sangat besar pengaruhnya pada ekonomi umat. Dana zakat yang terkumpul bisa dimanfaatkan untuk memberdayakan kaum dhuafa, memberikan modal usaha, hingga membiayai pendidikan.
Zakat yang dikelola dengan baik dapat menumbuhkan kemandirian ekonomi di kalangan umat Islam. Orang miskin yang terbantu zakat bisa bangkit, menjadi lebih mandiri, dan sejahtera.
Baca Juga: 3 Waktu Terbaik Membaca Ayat Kursi Sesuai Anjuran Rasulullah
Tujuan Zakat Lainnya


Adapun hikmah dan tujuan zakat lainnya, antara lain adalah sebagai berikut:
- Membantu, mengurangi dan mengangkat kaum fakir miskin dari kesulitan hidup dan penderitaan mereka
- Membantu memecahkan masalah yang dihadapi oleh Gharimin, Ibnu Sabil dan para mustahik lainnya
- Menghilangkan sifat kikir dari dalam diri
- Menumbuhkan rasa syukur dan disiplin diri
Demikian penjelasan mengenai hikmah dan tujuan zakat bagi individu dan masyarakat. Semoga semakin menambah pengetahuan kita dalam menjalankan kewajiban berzakat dengan niat meraih ridho Allah SWT.





