
Umat Islam dianjurkan untuk menunaikan puasa Tasua dan Asyura pada bulan Muharram. Kedua puasa ini disunahkan karena memiliki keutamaan bagi yang menunaikannya. Apa saja keutamaan puasa Tasua dan Asyura?
Pengertian Puasa Tasua dan Asyura


Sebelum mengetahui keutamaan puasa Tasua dan Asyura, penting untuk mengetahui pengertian dua puasa tersebut.
Umat Islam segera memasuki tahun baru 1 Muharram 1448 H pada 16 Juni 2026 mendatang. Muharram termasuk satu dari empat bulan Haram yang dimuliakan Allah SWT, yakni Muharram, Rajab, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah.
Pada bulan Muharram, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan sunah, termasuk berpuasa pada 9 dan 10 Muharram yang disebut puasa Tasua dan Asyura.
Puasa Asyura mulanya dikerjakan Nabi Musa AS atas rasa syukur kepada Allah SWT karena terbebas dari kejaran Fir’aun. Sementara puasa Tasua merupakan puasa pembeda antara umat Rasulullah SAW dengan kaum Yahudi dan Quraisy.
Baca Juga: Umat Muslim Jangan Terlewat, Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026
Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura


Berikut ini sejumlah keutamaan puasa Tasua dan Asyura bagi yang mengerjakannya, melansir dari berbagai sumber.
Menghapus Dosa Setahun yang Lalu
Mengutip BAZNAS, salah satu keutamaan puasa Tasua dan Asyura adalah Allah akan menghapus dosanya setahun yang lalu. Rasulullah SAW bersabda:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari Asyura, beliau menjawab: “Puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim, No: 1977)
Baca Juga: 5 Amalan Bulan Muharram, Salah Satunya Mengasihi Anak Yatim
Puasa Paling Utama Setelah Ramadhan


Berpuasa sunah di bulan Muharram merupakan puasa terbaik dan paling utama setelah Ramadhan. Hal ini dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang berbunyi:
Artinya, “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: ‘Rasulullah SAW bersabda: ‘Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan salat yang paling utama setelah salat fardu adalah salat malam.” (HR Muslim).
Baca Juga: Kapan 1 Muharram 1448 Hijriah? Simak Tanggal dan Keutamaannya
Pembeda dengan Kaum Yahudi


Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk menunaikan puasa Tasua sebagai pembeda dengan bangsa Yahudi. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadis yang artinya:
“Dari Ibnu Abbas r.a., ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa, mereka berkata, “Wahai Rasulullah, hari Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nasrani.” Rasulullah SAW bersabda, “Kalau begitu, Insya Allah tahun depan kita berpuasa juga pada hari kesembilan.” Namun, sebelum tahun depan tiba, Rasulullah SAW telah wafat. [HR Muslim dan Abu Dawud].
Itulah keutamaan puasa Tasua dan Asyura bagi umat Muslim yang mengerjakannya. Semoga bisa menjadi motivasi kita untuk senantiasa menjalankan sunah Rasulullah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Aamiin yaa robbal ‘alamiin.


