
Kisah Abu Bakar As Shiddiq sebagai khalifah yang zuhud dan dermawan dapat dijadikan teladan bagi umat Islam. Beliaulah simbol loyalitas seorang sahabat Rasulullah SAW yang memiliki rasa cinta yang tulus bagi agamanya. Seperti apa kisahnya?
Siapa Abu Bakar As Shiddiq?


Mari kita mulai kisah Abu Bakar As Shiddiq dengan mengenal siapa beliau. Namanya adalah Abdullah bin Utsman bin Amir. Beliau lahir 2,5 tahun setelah tahun gajah.
Ia mendapatkan julukan As-Shiddiq karena selalu membenarkan apa yang dikatakan dan dialami Rasulullah SAW. Abu Bakar juga termasuk salah satu dari orang yang pertama kali masuk Islam, dan dijamin Allah SWT masuk surga.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Az-Zumar ayat 33:
وَالَّذِي جَاء بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ أُوْلَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
“Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan yang membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa”. (Surat Az-Zumar: 33).
Baca Juga: 5 Ayat Tentang Tolong Menolong dalam Kebaikan
Zuhud Terhadap Dunia


Mengutip Buku “Kisah Hidup Abu Bakar As-Shiddiq” karya Dr. Musthafa Murad, Abu Bakar dikenal sebagai orang yang zuhud terhadap dunia.
Ia telah menalak dunia dengan talak tiga, talak yang tidak ada rujuk padanya. Abu Bakar tidak meninggalkan harta pusaka bahkan satu dirham atau satu dinar pun, dan sebelum wafat ia menyerahkan seluruh hartanya ke Baitul Mal.
Sejumlah riwayat menuturkan bahwa Abu Bakar selalu zuhur dari dunia, bahkan ketika para sahabt lain berlarian menyambut dunia. Ia tetap bertahan mendengarkan khutbah Jumat yang disampaikan Rasulullah dan sama sekali tidak memperhatikan rombongan pedangan yang datang pada saat itu ke Madinah.
Baca Juga: Kisah Abdurrahman bin Auf, Sahabat Rasulullah SAW yang Kaya dan Dermawan
Sedekah Tanpa Tunggu Diminta


Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq mengajarkan kita bahwa kedermawanan bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang bagaimana kita menjadikan itu sebagai bagian dari gaya hidup kita.
Abu Bakar adalah sosok yang selalu siap bersedekah tanpa menunggu diminta. Dia tidak hanya memberi ketika ada yang memohon, tetapi hatinya selalu terbuka untuk orang-orang yang membutuhkan.
Setiap kali mendengar tentang seseorang yang sedang kelaparan, dia segera memberikan pertolongan tanpa pamrih. Ia tahu bahwa dengan memberikan kepada yang membutuhkan, ia mengamalkan ajaran agama yang dicintai dengan sepenuh hati.
Itulah kisah Abu Bakar As Shiddiq, khalifah dan sahabat Rasulullah SAW yang terkenal zuhud dan dermawan. Kedermawanannya merupakan bukti cinta-Nya kepada agama Allah SWT. Semoga kita bisa meneladani kisah beliau yang luar biasa.



