Konflik genosida militer Israel di Gaza semakin di luar batas. Apa jadinya jika tempat yang seharusnya menyelamatkan nyawa justru menjadi sasaran serangan? Seperti itulah gambaran situasi yang saat ini terjadi di Jalur Gaza, Palestina, mengingat banyak rumah sakit yang dihancurkan, bahkan para tenaga medis banyak yang terluka ataupun terbunuh akibat serangan Israel.
Konflik Genosida: Bukan Hanya Kejahatan Perang, Tapi Lebih dari Kemanusiaan Itu Sendiri

Neve Gordon, profesor hukum internasional dari Queen Mary University of London, menyampaikan sebuah pernyataan yang menggugah hati. Ia mengatakan bahwa pembunuhan terhadap para petugas medis Palestina bukan hanya bentuk kejahatan perang, tetapi juga kejahatan yang lebih dalam—kejahatan terhadap kemanusiaan itu sendiri.
Baca juga: Kondisi Terbaru Gaza Sejak Israel Langgar Gencatan Senjata
Serangan untuk Tim Layanan Kesehatan di Tengah Konflik Genosida


Menurutnya, yang membedakan antara kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan adalah skala dan niat yang sistematis. Dan selama 18 bulan terakhir, kita telah menyaksikan sendiri bagaimana fasilitas dan tim layanan kesehatan di Gaza diserang secara berulang-ulang, dengan berbagai alasan yang dibuat-buat.
“Israel telah menjadikan layanan kesehatan di Gaza seolah-olah sesuatu yang ilegal, sesuatu yang bisa diserang. Padahal, Pasal 12 hukum internasional sangat jelas: unit medis harus dihormati dan dilindungi setiap saat. Mereka tidak boleh dijadikan target serangan,” ujar Gordon kepada Al Jazeera.
Janji Penyelidikan Setelah Video Kekerasan Terkuak
Belum lama ini, video yang memperlihatkan tentara Israel menembaki tim penyelamat Palestina kembali menyulut kemarahan dunia. Rekaman tersebut memperlihatkan bagaimana 15 pekerja darurat—termasuk petugas medis dan pemadam kebakaran—menjadi korban dalam insiden tragis di kawasan Tal as-Sultan, Gaza.
Militer Israel kemudian merespons dan menyatakan akan melakukan penyelidikan penuh terhadap kejadian itu. “Kami akan memeriksa semua bukti, termasuk video dan dokumen yang beredar, untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana keputusan di lapangan diambil saat itu,” demikian pernyataan yang dikutip dari media lokal.
Yang lebih memilukan di tengah konflik genosida, jasad para petugas penyelamat itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan—dikubur bersama ambulans dan truk pemadam kebakaran mereka. Bukannya dihormati, mereka justru dihapuskan dari dunia dengan cara yang tragis.


Rekaman sepanjang tujuh menit tersebut menunjukkan bahwa kendaraan bantuan yang membawa 15 relawan medis, termasuk ambulans yang bertanda jelas dan menyala lampu daruratnya, diberondong tembakan oleh pasukan Israel. Seluruh relawan ditemukan tewas dan dikubur dalam satu kuburan massal beberapa hari kemudian. (sumber: Metrotvnews.com)
Banyak lagi cerita tentang kekejaman para zionis yang semestinya dapat membuka mata dan hati kita semua. Bagaimana perlakuan mereka di tengah konflik genosida sudah di luar batas kemanusiaan.
Mereka butuh kita sekarang. Perhatianmu untuk mereka akan sangat memberikan pengaruh yang nyata. Mari tetap boycott produk zionis, jangan biarkan kita diam melihat kezaliman di atas muka bumi. Semoga Allah senantiasa memberika kekuatan dan pertolongan bagi saudara-saudara kita di Gaza, bumi Syam.
bantusesama.co/PeduliPalestina
bantusesama.co/PeduliPalestina
bantusesama.co/PeduliPalestina
Sumber: Aljazeera.com [https://aje.io/7n8dex?update=3624395]




