Semua yang ada dalam diri kita harus dijaga, mulai dari perbuatan, perkataan, hingga hati. Tentu menjadi kekeliruan, bila hanya rupa atau lahiriyah saja yang diperhatikan. Sedangkan Allah tidak memandang kepada rupa, harta, pangkat dan jabatan seseorang. Melain ketaqwaan seorang hamba melalui hati dan amalan.
Dalam sebuah hadist disebutkan,
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564).
Dikarenakan Allah SWT hanya melihat para hambaNya pada hati dan amalan, maka seyogyanya kita harus selalu berusaha untuk menjaga hati dan amalan agar bersih dan terhindar dari kerusakan. Menjauhkan diri dari berbagai sifat tercela, menjaga lisan dari segala kerusakan, serta menjaga akidah agar senantiasa istiqomah di jalanNya adalah langkah-langkah untuk menjaga hati dan amalan.
Baca artikel lainnya: Zakat Perdagangan, Dalil, Nisab dan Cara Menghitungnya
Penting sekali memperhatikan niat agar hati dan amalan dapat terjaga. Menjaga hati, menjaga amalan, menjaga keikhlasan dalam beramal dan beribadah agar senantiasa terpelihara daripada penyakit hati, seperti riya’ dan ujub. Karena sifat hati yang mudah terbolak balik, marilah kita mohon kepadaNya agar Allah SWT perkenankan hati kita untuk selalu berada di jalan yang lurus, istiqomah dalam ketaatan, dan ikhlas dalam beramal.
Semakin mudah untuk berbuat baik, bila kita dapat menjaga hati serta amalan agar bersih dan terhindar dari segala sifat buruk dan tercela. Semoga Allah SWT berikan kemudahan di setiap niat baik yang terlintas. Aamiiin.
UCare Indonesia,
Cinta Berbagi Tanpa Henti




