5 Perbedaan Zakat, Infak, dan Sedekah yang Perlu Diketahui
bacaan niat zakat fitrah untuk diri sendiri

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

perbedaan zakat infak dan sedekah

Zakat, infak, dan sedekah merupakan tiga amalan terpuji dan bernilai pahala dari Allah SWT bagi yang melaksanakannya. Meski sama-sama berkaitan dengan pengeluaran harta, namun ketiganya memiliki perbedaan. Simak penjelasan mengenai perbedaan zakat, infak, dan sedekah yang perlu diketahui di bawah ini.

1. Pengertian Zakat, Infak, dan Sedekah

perbedaan zakat infak sedekah

Sebelum memahami perbedaan zakat, infak, dan sedekah, penting untuk mengetahui pengertian dari ketiga amalan tersebut.

Zakat merupakan rukun Islam yang keempat. Melansir laman BPKH, zakat merupakan harta yang wajib dikeluarkan dari seseorang untuk diberikan kepada orang yang berhak menerimanya, dan pelaksanaannya terikat pada aturan-aturan yang telah ditentukan syariat. Sedangkan dalam Islam secara umum, zakat artinya sebagian harta yang wajib diberikan kepada orang-orang tertentu dengan syarat-syarat tertentu.

Terdapat dua jenis zakat yang diwajibkan dalam Islam, yaitu zakat mal dan zakat fitrah. Zakat mal dikenakan sebesar 2,5 persen dari berbagai jenis harta, seperti uang, emas, perak, dan hasil pertanian yang telah mencapai nisab. Sementara zakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan menjelang hari raya Idul Fitri.

Baca Juga: 8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat Mal, Siapa Saja?

perbedaan zakat infak dan sedekah

Infak adalah pengeluaran harta yang dilakukan secara sukarela oleh seseorang untuk kepentingan sosial. Tidak ada syarat tertentu dalam infak, dan setiap orang dapat memberikan infaq sesuai dengan kemampuan dan keinginannya. Infak bisa diberikan kepada siapa pun, baik untuk keluarga, teman, maupun orang yang membutuhkan.

Adapun sedekah adalah bentuk amal sosial yang dilakukan dengan sukarela, baik berupa harta maupun non-harta. Sedekah memiliki arti yang lebih luas dibandingkan infak, karena tidak hanya mencakup pengeluaran materi, tetapi juga tindakan baik seperti senyuman atau kata-kata yang baik. Itulah perbedaan zakat, infak, dan sedekah berdasarkan pengertiannya.

Baca Juga: 3 Waktu Terbaik untuk Sedekah yang Dianjurkan Rasulullah SAW

2. Dasar Hukum

perbedaan zakat infak dan sedekah

Memahami perbedaan zakat, infaq, dan sedekah sangat penting untuk menjalankan kewajiban dan anjuran yang telah ditetapkan dalam ajaran Islam. Perbedaan zakat, infak, dan sedekah yang paling mendasar adalah dasar hukumnya.

Zakat memiliki dasar hukum Al-Qur’an dan hadis. Zakat juga merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Hukum zakat bersifat wajib, dan tidak ada pilihan bagi seorang Muslim untuk mengabaikannya.

Allah menjelaskan perihal kewajiban zakat dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 110 yang artinya:

“Dan dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 110)

Sementara infak terbagi menjadi beberapa kategori, seperti infak wajib (yang mencakup zakat), infak sunah (yang sangat dianjurkan), dan infak mubah (yang tidak terikat pada ketentuan tertentu). Hukum infak bersifat sukarela, meskipun ada anjuran untuk melaksanakannya.

Adapun sedekah hukumnya sunah, yang berarti dianjurkan tetapi tidak wajib. Setiap amalan baik yang dilakukan dengan niat tulus dapat dianggap sebagai sedekah.

Baca Juga: 5 Keutamaan Sedekah Subuh: Raih Keberkahan dan Pahala Berlipat Ganda

3. Syarat dan Ketentuan

perbedaan zakat infak dan sedekah

Perbedaan zakat, infak, dan sedekah juga terletak pada syarat dan ketentuannya. Zakat memiliki syarat dan ketentuan khusus, di antaranya jumlah minimum harta yang harus dikeluarkan, penerima zakat yang berhak, dan waktu pelaksanaan. Ketentuan ini diatur dalam syariat Islam agar zakat dapat dilaksanakan dengan benar.

Infak tidak memiliki syarat yang ketat. Setiap orang dapat memberikan infak sesuai dengan kemampuannya, dan tidak ada batasan jumlah yang harus dikeluarkan. Sementara sedekah bersifat lebih fleksibel daripada zakat dan infak. Seseorang dapat bersedekah kapan saja dan dalam bentuk apa pun, baik harta maupun tindakan baik.

Baca Juga: Layanan Kesehatan Gratis: Wujud Kontribusi Sosial yang Inklusif

4. Tujuan dan manfaat

perbedaan zakat infak dan sedekah

Perbedaan zakat, infak, dan sedekah selanjutnya adalah tujuan dan manfaatnya. Tujuan zakat untuk membersihkan harta dan membantu orang-orang yang membutuhkan. Dengan berzakat, seseorang tidak hanya menunaikan kewajiban, tetapi juga mendistribusikan kekayaan kepada yang berhak, sehingga mengurangi kesenjangan sosial.

Infak bertujuan membantu sesama dengan memberikan pengeluaran yang bersifat sukarela. Infak dapat meningkatkan rasa empati dan solidaritas di antara masyarakat.

Adapun sedekah bertujuan untuk memperbanyak kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah. Setiap tindakan baik yang dilakukan dengan niat tulus akan mendapatkan pahala, baik di dunia maupun di akhirat.

Baca Juga: Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW: Sosok Mulia yang Menyayangi Anak Yatim

5. Waktu Pelaksanaan

Perbedaan zakat infak dan sedekah

Zakat memiliki waktu tertentu yang harus diikuti, misalnya zakat fitrah yang dikeluarkan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Infak dapat dilakukan kapan saja tanpa batasan waktu, sehingga lebih fleksibel dalam pelaksanaannya. Sementara sedekah juga dapat dilakukan kapan saja, dan tidak ada waktu khusus untuk melaksanakannya.

Itulah 5 perbedaan zakat, infak, dan sedekah yang perlu diketahui. Semoga Allah selalu memudahkan kita untuk menunaikan kewajiban berzakat dan diberikan kelapangan hati serta rezeki untuk mengeluarkan infak dan sedekah. Aamiin yaa robbal ‘alamiin.




More
articles

Scroll to Top