
Bekasi – LAZ UCare Indonesia dan DKM Baitul Amal PT KMI menyelenggarakan santunan dan pembinaan anak asuh Program Anbiya (Anak Binaan Yatim), pada Kamis (5/6/2026) di Mushola Ibnu Arma, Bekasi. Tim UCare mengajak Fatin, Denis, dan Aulia untuk menjalani pembinaan dengan ngobrol santai, evaluasi kegiatan bulanan, hingga dokumentasi.
Evaluasi Sholat dan Mengaji


Santunan dan pembinaan anak asuh Program Anbiya diawali dengan obrolan santai seputar kegiatan sholat dan mengaji. Pada evaluasi kali ini, Fatin, Denis, dan Aulia menunjukkan kualitas sholat lima waktu yang terjaga. Ketiganya juga terus belajar untuk terus bisa konsisten sholat tepat waktu.
Selain itu, kegiatan mengaji Fatin, Denis, dan Aulia di TPA terus mengalami peningkatan dari segi setoran hafalan surat pendek.
Baca Juga: Qurban Pelosok 2026 di NTB: Rayakan Idul Adha Penuh Kehangatan
Ceritakan Kesulitan dalam Proses Belajar


Kegiatan santunan dan pembinaan anak asuh Program Anbiya ini kian terasa hangat dengan cerita-cerita Fatin, Denis, dan Aulia soal proses belajar mereka di sekolah.
Menurut Denis, dalam beberapa materi pelajaran ia membutuhkan pendampingan ekstra, sementara Aulia terkadang memiliki kendala dalam mengerjakan beberapa tugas. Cerita merekalah yang menjadi pemecut semangat bagi tim pembina dalam mendampingi anak-anak yatim dengan lebih baik, terutama dalam kegiatan belajar.
Baca Juga: Penyembelihan dan Distribusi Qurban Pelosok di NTT: Berbagi Bahagia di Timur Indonesia
Harapan dan Doa untuk Orang Tua Asuh


Fatin, Denis, dan Aulia berharap bisa terus melanjutkan sekolah dan membuat keluarga mereka bangga. Mereka bersyukur bisa menjadi bagian dari Program Anbiya yang selama ini membantu kebutuhan sekolah.
Ketiganya menyampaikan terima kasih serta mendoakan kesehatan, keberkahan rezeki, dan keselamatan untuk orang tua asuh dan keluarga besar LAZ UCare Indonesia. Santunan dan pembinaan anak asuh program Anbiya juga menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan secara tepat sasaran dapat membantu mewujudkan cita-cita anak-anak yatim sebagai generasi penerus bangsa.






