Bacaan Sholawat Munjiyat: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
sholawat munjiyat

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

sholawat munjiyat

Sholawat munjiyat adalah salah satu bacaan sholawat yang paling banyak diamalkan umat Islam, khususnya sebagai pembuka doa dan zikir setelah shalat. Nama “munjiyat” sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti “penyelamat”, sehingga sholawat ini kerap dibaca sebagai permohonan perlindungan dari berbagai kesulitan dan marabahaya.

Bacaan Sholawat Munjiyat: Arab, Latin, dan Artinya

sholawat munjiyat

Berikut lafal lengkap sholawat munjiyat:

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ

Latin: Allâhumma shalli ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âli Sayyidinâ Muhammadin shalâtan tunjînâ bihâ min jamî’il ahwâli wal âfât, wa taqdhî lanâ bihâ jamî’al hâjât, wa tuthahhirunâ bihâ min jamî’is sayyiât, wa tarfa’unâ bihâ ‘indaka a’lad darajât, wa tuballighunâ bihâ aqshal ghâyât min jamî’il khairâti fil hayâti wa ba’dal mamât.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya, dengan sholawat itu Engkau selamatkan kami dari segala ketakutan dan bencana, Engkau kabulkan seluruh hajat kami, Engkau sucikan kami dari segala keburukan, Engkau angkat kami ke derajat yang paling tinggi di sisi-Mu, serta Engkau sampaikan kami pada tujuan terbaik dari segala kebaikan, baik semasa hidup maupun setelah wafat.”

Baca Juga: Amalan dan 5 Keutamaan Bulan Rabiul Awal: Momen Teladani Akhlak Nabi

Dalil Anjuran Bersholawat kepada Nabi

sholawat munjiyat

Anjuran memperbanyak sholawat, termasuk sholawat munjiyat, memiliki landasan langsung dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Latin: Innallâha wa malâikatahu yushallûna ‘alan nabiyy, yâ ayyuhal ladzîna âmanû shallû ‘alaihi wa sallimû taslîmâ.

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)

Ayat ini menjadi dasar utama mengapa umat Islam dianjurkan untuk terus melafalkan sholawat, termasuk dalam bentuk sholawat munjiyat yang khusus memohon keselamatan.

Baca Juga: Kisah Zubair bin Awwam: Sahabat Rasulullah yang Kaya dan Setia

Asal-Usul Penamaan Sholawat Munjiyat

Kisah di balik nama “munjiyat” bermula dari pengalaman seorang ulama Tarekat Syadziliyah bernama Syekh Musa ad-Dlarir. Menurut penjelasan NU Online, kisah ini dikutip dari kitab Al-Fajr al-Munir fi as-Shalat ala al-Basyir wa an-Nadzir: beliau tengah berlayar ketika perahunya diterjang badai besar bernama Aqlabiyah hingga hampir tenggelam.

Di tengah kepanikan para penumpang, beliau sempat tertidur dan bermimpi bertemu Nabi Muhammad SAW yang berpesan agar seluruh penumpang membaca sholawat ini secara bersama-sama. Begitu terbangun, beliau mengajak semua orang di perahu itu melafalkannya berulang-ulang hingga mendekati 300 kali—dan tak lama kemudian, angin kencang yang sempat mengancam nyawa mereka pun berangsur tenang.

Baca Juga: Lafal Sholawat Jibril: Banyak Manfaat bagi yang Mengamalkannya

Keutamaan Membaca Sholawat Munjiyat

sholawat munjiyat

Ada beberapa keutamaan yang disebutkan dalam berbagai literatur terkait amalan sholawat munjiyat ini:

1. Sarana memohon keselamatan dari bencana dan kesulitan hidup. Isi lafalnya sendiri memuat permintaan agar dijauhkan dari segala ketakutan dan musibah, sehingga sholawat ini kerap dibaca sebagai bentuk permohonan langsung akan perlindungan Allah SWT.

2. Mempermudah terkabulnya hajat. Sholawat munjiyat lazim dibaca sebagai pembuka doa, khususnya doa tahlil, karena diyakini doa yang diawali dengan sholawat akan lebih mudah dikabulkan Allah SWT.

3. Menyucikan diri dari keburukan dan mengangkat derajat. Sesuai isi lafalnya, sholawat ini juga dipahami sebagai permohonan agar dijauhkan dari dosa serta diangkat derajatnya di sisi Allah SWT.

4. Diamalkan secara luas di pesantren. Sholawat munjiyat banyak tercantum dalam wirid dan hizib yang rutin diamalkan di lingkungan pesantren, menunjukkan kedudukannya yang istimewa di kalangan ulama.

Sholawat munjiyat biasa dibaca di awal rangkaian doa atau sebagai zikir setelah shalat hajat. Meski demikian, sebagian ulama menyarankan agar pengamalannya—terutama dalam jumlah bilangan tertentu—sebaiknya mengikuti bimbingan guru (mujiz) agar lebih terarah dan proporsional. Wallahu a’lam.

More
articles

Scroll to Top