Pemilahan Sampah Organik: Aksi Hebat Ibu-Ibu Cimuning Demi Lingkungan Lebih Bersih

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Ibu-ibu yang mengikuti sosialisasi tentang Pemilihan Sampah Organik di Saung Pemberdayaan UCare Indonesia, Cimuning, Bekasi.
Ibu-ibu yang mengikuti sosialisasi tentang Pemilihan Sampah Organik di Saung Pemberdayaan UCare Indonesia, Cimuning, Bekasi.

Bekasi, 13 Juni 2025 — Berdasarkan data Sistem Informasi Pengolahan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2023, hingga 24 Juli 2024 tercatat bahwa dari hasil input 290 kabupaten/kota di Indonesia, jumlah timbunan sampah nasional mencapai 31,9 juta ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 63,3% atau 20,5 juta ton sampah berhasil dikelola, sedangkan 35,67% atau 11,3 juta ton lainnya belum terkelola dengan baik.

Peningkatan timbunan sampah ini tak lepas dari bertambahnya jumlah penduduk, sementara kapasitas tempat pembuangan dan pengelolaan sampah masih terbatas. Hal ini menjadikan persoalan sampah sebagai isu krusial yang perlu segera ditangani secara sistematis dan berkelanjutan (brin.go.id).

Sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, UCare Indonesia mengadakan kegiatan sosialisasi pemilahan sampah organik pada Jumat (13/6) bertempat di Saung Pemberdayaan UCare Indonesia, Cimuning, Kota Bekasi.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 13.30 hingga 15.30 WIB ini dihadiri oleh 9 orang peserta yang merupakan perwakilan ibu-ibu dari warga sekitar. Sosialisasi ini merupakan bagian dari rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi UCare untuk mendukung pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.

Baca Juga : Pemberdayaan Pengolahan Sampah Plastik UCare Bantu Mengurangi Pencemaran Lingkungan

UCare berharap dapat meningkatkan kesadaran ibu-ibu dalam menjaga lingkungan

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran ibu-ibu rumah tangga terhadap pentingnya pengelolaan sampah organik secara mandiri. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah organik yang selama ini langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), serta mendorong terciptanya lingkungan tempat tinggal yang bersih, sehat, dan lestari.

Dalam sambutan pembuka, perwakilan UCare Indonesia menegaskan bahwa pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari sumbernya. Dalam hal ini, rumah tangga sebagai penghasil sampah terbesar memiliki peran penting dalam proses pemilahan dan pengolahan awal.

Sosialisasi sampah organik oleh amil LAZ UCare Indonesia
Sosialisasi sampah organik oleh amil dari LAZ UCare Indonesia

Pengelolaan sampah organik dari rumah

Materi sosialisasi disampaikan secara jelas dan interaktif, dengan topik utama mengenai jenis-jenis sampah organik, manfaat pemilahannya, dan langkah-langkah praktis pengelolaan yang bisa dilakukan oleh keluarga di rumah. Para peserta juga dikenalkan pada konsep pengolahan sampah organik menjadi pakan maggot, sebagai salah satu solusi pemanfaatan limbah dapur yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.

Selama sesi pemaparan, suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para ibu-ibu aktif bertanya dan berbagi pengalaman masing-masing terkait kebiasaan pengelolaan sampah di rumah tangga mereka. Hal ini menjadi indikator meningkatnya kesadaran dan kepedulian warga terhadap isu sampah di lingkungan tempat tinggal.

Kelola sampah dari rumah

Sebagai bentuk dukungan konkret, UCare Indonesia membagikan wadah berupa ember kaleng bekas kepada seluruh peserta. Wadah ini diharapkan dapat digunakan sebagai tempat penampungan sementara sampah organik di rumah sebelum diolah atau dikumpulkan sesuai mekanisme yang telah disepakati bersama.

Penggunaan wadah kaleng ini juga menjadi simbol bahwa pengelolaan sampah tidak harus bergantung pada alat canggih, tetapi bisa dimulai dari pemanfaatan barang sederhana dan kreatif yang tersedia di sekitar kita.

Ember wadah sampah untuk memisahkan sampah organik dari rumah
Ember wadah sampah untuk memisahkan sampah organik dari rumah.

Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu sebagai agen perubahan di lingkungannya masing-masing. UCare meyakini bahwa ibu rumah tangga memiliki peran sentral dalam membentuk kebiasaan baru di dalam keluarga, termasuk dalam hal pengelolaan sampah sehari-hari.

Dengan keterlibatan aktif para ibu, diharapkan akan muncul gerakan kolektif dari warga yang lebih luas untuk menerapkan pemilahan sampah organik sebagai budaya baru di tengah masyarakat. Agar sampah rumah tangga tidak menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan menjadi mendatangkan masalah baru.

Langkah awal menjaga lingkungan dari mengelola sampah organik bersama LAZ UCare Indonesia
Langkah awal menjaga lingkungan dari mengelola sampah organik bersama LAZ UCare Indonesia.

Langkah awal pemberdayaan masyarakat

Kegiatan sosialisasi ini bukanlah akhir, tetapi menjadi langkah awal dari gerakan berkelanjutan. UCare Indonesia akan terus melakukan pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri. Salah satu arah pengembangan ke depan adalah mendorong terbentuknya bank sampah berbasis organik serta integrasi dengan program ekonomi sirkular seperti budidaya maggot dan pengelolaan lele konsumsi.

Dengan terlaksananya kegiatan sosialisasi ini, UCare Indonesia berharap muncul kesadaran baru dan partisipasi aktif dari masyarakat, khususnya kaum ibu, dalam menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah organik. Langkah kecil ini diharapkan dapat memberikan dampak besar bagi terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah Cimuning, Bekasi.

Yuk, dukung terus program pemberdayaan UCare Indonesia melalui infak terbaik sahabat. Kita mulai pilah sampah dari rumah dan bantu sesama dari sekarang!

More
articles

Scroll to Top