Masjid Al-Aqsha, Masjid Kedua yang Dibangun di Bumi
Masjid Kedua yang Dibangun di Bumi

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Tahukah sahabat bahwa Masjid Al-Aqsha adalah masjid kedua yang dibangun di bumi?

Masjid Al-Aqsha adalah salah satu tempat suci umat Islam yang memiliki sejarah dan penuh makna. Terletak di kota Yerusalem, masjid ini bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga simbol spiritual yang erat kaitannya dengan perjalanan para nabi.

Hadist Tentang Masjid Kedua yang Dibangun di Bumi

عَنْ أَبِي ذَرٍ ، قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ﷺ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ فِي الْأَرْضِ أَوَّلَ قَالَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ قَالَ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَهُمَا قَالَ أَرْبَعُونَ سَنَةً ثُمَّ أَيْنَمَا أَدْرَكَتْكَ الصَّلَاةُ بَعْدُ فَصَلَّهُ فَإِنَّ الْفَضْلَ فِيهِ. أخرجه البخاري ، ومسلم

Diriwayatkan dari Abu Dzar radliallahu ‘anhu berkata; “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, masjid apakah yang pertama di bangun di muka bumi ini?”. Beliau menjawab: “al-Masjidil Haram”. Dia berkata, aku tanya lagi; “Kemudian apa?”. Beliau menjawab: “al-Masjidil Aqshaa”. Aku bertanya lagi; “Berapa lama selang waktu antara keduanya?”. Beliau menjawab: “Empat puluh tahun. Kemudian dimana saja kamu berada dan waktu shalat sudah datang maka shalat lah, karena didalamnya ada keutamaan”. (HR. Bukhori: 3366, Muslim: 520)

Masjidil Aqsha Adalah Masjid Kedua yang Dibangun di Bumi

Masjid Kedua yang Dibangun di Bumi

Hadits ini menjelaskan bahwa Masjidil Haram adalah masjid pertama yang dibangun sebagai tempat beribadah kepada Allah SWT di bumi, sebagaimana firman Allah SWT:

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia”. (QS. Ali Imran :96)

Sementara Masjidil Aqsha merupakan masjid kedua yang dibangun untuk tempat beribadah manusia di bumi. Yang menarik dalam hadits ini adalah bahwa Abu Dzar RA tatkala bertanya tentang masjid yang pertama kali dibangun di bumi, padahal dirinya sudah mengetahui bahwa itu adalah Masjidil Haram. la ingin mengetahui masjid kedua yang dibangun di bumi maka dia pun bertanya dan dijawab oleh Baginda Rasulullah bahwa masjid tersebut adalah Masjidil Aqsha. Lebih lanjut, Abu Dzar ingin mengkonfirmasi berapa lama jarak waktu yang memisahkan dibangunnya kedua masjid tersebut, maka Rasulullah SAW pun menjawab bahwa jarak waktunya 40 tahun.

Baitullah dan Masjidil Aqsha adalah Milik Umat Islam

Masjid Kedua yang Dibangun di Bumi

Dalam hadits ini terdapat penjelasan tentang kedudukan dua masjid ini di muka bumi yang telah sejak lama dibangun, dan bahwa keduanya dibangun bukan untuk dimiliki sekelompok manusia dari suku maupun ras tertentu, melainkan dibangun dalam rangka digunakan untuk beribadah hanya kepada Allah semata tanpa sekutu baginya.

Dengan demikian siapapun yang mentauhidkan Allah Ta’älä maka dirinya berhak atas dua masjid tersebut. Dan sebagaimana kita ketahui bahwa satu-satunya agama yang diridhai oleh Allah Ta’ala di muka bumi bagi hamba-hamba-Nya dan juga para nabi sepanjang sejarah hanyalah Islam, sehingga setiap nabi yang mengajak kepada mengesakan Allah Ta’älä termasuk di dalamnya adalah Nabi Ibrahim ‘Alaihis salam dan nabi-nabi setelahnya dari kalangan Bani Israil atau siapapun yang mengikuti langkah para nabi tersebut maka mereka termasuk bagian di dalamnya.

Sebaliknya, siapapun yang enggan mengikuti mereka maka tiada baginya hak sedikit pun untuk dua masjid ini.

Pelajaran Penting Hadits Tentang Masjid Kedua yang Dibangun di Bumi

1. Bahwa Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha merupakan masjid paling pertama dibangun di muka bumi untuk beribadah kepada Allah Ta’ala;

Baca juga: Keutamaan Palestina dan Masjid Al-Aqsa

2. Bahwa dua masjid ini saling berkaitan satu sama lain, sehingga beribadah kepada Allah di dalam dua masjid tersebut adalah satu nilai ibadah yang sama;

3. Bahwa dua masjid tersebut adalah milik umat Islam karena periode dibangunnya lebih dahulu dibandingkan dengan munculnya seluruh agama dan aliran, sementara agama Islam adalah satu satunya agama yang diridhal di sisi Allah Ta’ala, sebagaimana firman-Nya:

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam” (QS. Ali Imran: 19);

4. Dikarenakan dua masjid ini adalah tempat beribadah bagi umat islam, maka mereka wajib memakmurkan, menjaga dan membelanya serta berupaya untuk dapat menempuh perjalanan untuk mendatanginya. Begitu pun jika ada pihak yang menjajah salah satu di antara dua masjid ini maka umat Islam wajib memerdekakannya dari cengkraman para penjajah;

5. Tatkala Masjidil Aqsha tertawan di tangan Penjajah Yahudi dan tengah melakukan penghancuran terhadapnya, serta membangun Haikal Sulaiman yang mereka anggap berada di lokasi Masjidil Aqsha, maka sesungguhnya wajib bagi umat Islam seluruhnya, baik sebagai pemerintah, maupun rakyat sesuai kemampuan yang dimilikinya untuk bergegas menyelamatkan dan membebaskan Masjidil Aqsha dari tangan para penjajah;

6. Wajib bagi para pengemban dakwah Islam khususnya untuk mampu memikul tanggung jawab terhadap Masjidil Aqsha dan menyelamatkan umat Islam, dengan mempersiapkan diri secara materi maupun mental serta mengerahkan segala kekuatannya untuk membebaskan al-Aqsha; dan

masjid kedua yang dibangun di bumi
Bantuan Kemanusia untuk Palestina (Dok. UCare Indonesia x FOZ)

7. Di antara bentuk pembelaan terhadap Masjidil Aqsha adalah dengan mengulurkan bantuan kepada penduduknya yang mengikatkan diri mereka di sana, serta membela mereka dengan berbagai bentuk materil maupun moril. Demikian pula membela seluruh rakyat Palestina yang tengah diuji keteguhan mereka dalam menghadapi para musuh yang menjajah negeri.

Mengetaui tentang Masjidil Aqsha adalah masjid kedua yang dibangun di bumi, kemudian memiliki sejarah panjang dan penuh makna bagi umat Islam. Hendaknya, kita membela Masjidil Aqsha dan bangsa Palestina dalam menghadapi para musuh yang menjajah negeri mereka.

Referensi: Sa’id, Hammam Abdurrahman, dan Hatsim Abdul Ghafur Shabary. 40 Hadits Kewajiban Muslim. Kanal-Bandung, 2020.

More
articles

Scroll to Top