
NTT – LAZ UCare Indonesia menyalurkan bantuan untuk warga terdampak gempa NTT di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Jumat (21/8/2026). Penyaluran ini menyasar titik pengungsian yang berada persis di kawasan pesisir yang terdampak paling parah, sebagai bentuk kepedulian dan ikhtiar meringankan beban saudara sesama. Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 memang meninggalkan luka mendalam bagi warga di Kabupaten Sikka, khususnya di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura.
Bantuan untuk warga terdampak gempa NTT ini hadir di tengah kondisi mereka yang masih dibayangi trauma berat. Wilayah pesisir Flores memang menyimpan memori kelam akan gempa besar disertai tsunami pada Desember 1992 yang menelan ribuan korban jiwa, sehingga tidak sedikit warga Nangahale yang memilih mengungsi ke perbukitan dan area terbuka meski peringatan dini tsunami untuk kejadian kali ini sudah dicabut.
Kondisi Terkini di Desa Nangahale, Talibura, Sikka


Berdasarkan hasil asesmen tim di lapangan pada 21 Agustus 2026 pukul 12.17 WITA, akses jalan menuju Nangahale masih mudah dilalui dan tidak mengalami kerusakan pascagempa. Listrik dan komunikasi pun berangsur normal sejak malam 15 Agustus, meski sempat padam sesaat. Namun demikian, dampak gempa tetap terasa nyata: sedikitnya dua unit rumah mengalami kerusakan, dan yang tak kalah berat, trauma psikologis warga akibat gempa susulan yang berulang serta ketakutan akan tsunami seperti tahun 1992.
Pemerintah desa mencatat masih ada 541 KK yang berada dalam kondisi mengungsi, dengan enam posko pengungsian mandiri yang tersebar di wilayah tersebut, meski tidak semuanya menetap di posko karena sebagian sudah kembali ke rumah masing-masing. Sejalan dengan itu, laporan media turut mencatat ribuan warga Sikka masih bertahan di pengungsian mandiri berupa kebun dan area terbuka lantaran enggan kembali ke rumah yang berada di zona pesisir.
Persoalan yang paling mendesak dirasakan warga adalah keterbatasan pangan. Selama tujuh hari sejak gempa terjadi, warga belum bisa kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga stok pangan di setiap posko pengungsian mulai menipis.
Baca Juga: Apa Hukum Menunda Bayar Zakat? Ini Penjelasannya
Salurkan Bantuan Sembako hingga Air Bersih


Menjawab kebutuhan mendesak tersebut, LAZ UCare Indonesia menerjunkan empat relawan dengan moda transportasi sepeda motor dan mobil pickup untuk mengangkut logistik bantuan untuk warga terdampak gempa NTT menuju lokasi. Penyaluran bantuan untuk warga terdampak gempa NTT ini difokuskan pada tiga jenis kebutuhan sesuai hasil asesmen, yaitu:
- Sembako dan bahan pangan, untuk mengatasi kelangkaan stok pangan di posko-posko pengungsian.
- Air bersih, mengingat keterbatasan akses air minum layak konsumsi di lokasi pengungsian.
- Paket anak (PSP), sebagai bentuk perhatian khusus terhadap kondisi psikologis anak-anak yang turut mengalami trauma pascagempa.
Penyaluran dilakukan tepat di titik lokasi Nangahale, Talibura, Sikka pada 21 Agustus 2026 pukul 12.17 WITA, dengan total penerima manfaat mencapai 541 KK atau setara 1.800 jiwa. Bantuan diterima secara simbolis melalui Penjabat (Pj) Desa setempat sebagai perwakilan warga. Meski demikian, status penyaluran masih tercatat sebagian, mengingat besarnya jumlah warga terdampak dibanding volume bantuan yang bisa diangkut dalam satu kali kegiatan.
Dari temuan tim di lapangan, masih banyak pekerjaan rumah yang perlu ditindaklanjuti: warga yang masih bertahan di tenda-tenda darurat, kekurangan pangan dan air bersih yang berkelanjutan, hingga kebutuhan pendampingan psikososial (PSP) bagi warga yang trauma. Sebagai tindak lanjut, LAZ UCare Indonesia berencana melanjutkan penyaluran bantuan sembako dan makanan ringan secara bertahap hingga kebutuhan dasar warga benar-benar tercukupi.
Baca Juga: UCare Indonesia Salurkan Bantuan untuk Warga Korban Gempa NTT
Mereka Masih Membutuhkan Dukungan Kita


Bantuan untuk warga terdampak gempa NTT telah disalurkan. Penyaluran ini tentunya dapat terlaksana berkat kebaikan para insan dermawan yang telah menitipkan donasinya melalui UCare Indonesia. Terima kasih kepada para insan dermawan yang telah mengulurkan tangannya untuk warga yang terdampak gempa di NTT.
Mereka di sana masih membutuhkan uluran tangan kita untuk bangkit kembali. Selain melangitkan doa untuk saudara-saudara kita di sana, kita juga bisa menyalurkan donasi kita di sini.




