
Bulan Ramadhan 1447 H tinggal menghitung hari. Umat Islam yang masih memiliki utang puasa wajib membayarnya sebelum bulan Ramadhan tiba. Lantas, kapan batas akhir mengqadha puasa Ramadhan tahun lalu?
Hukum dan Kewajiban Puasa Qadha Ramadhan


Sebelum mengetahui batas kapan batas akhir mengqadha puasa Ramadhan tahun lalu, penting untuk mengetahui hukum membayar atau qadha puasa Ramadhan.
Puasa Ramadan adalah ibadah wajib bagi umat Islam, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa lainnya, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Meski begitu, terdapat beberapa orang yang tidak diwajibkan menjalankan ibadah ini, seperti musafir (pelancong jauh), orang sakit, lansia renta lemah, ibu hamil, ibu menyusui (jika khawatir kesehatan diri/bayi), serta perempuan haid dan nifas.
Golongan orang-orang di atas harus membayar utang atau ganti puasa Ramadhan dengan cara mengqadha puasa di selain bulan Ramadhan atau membayar fidyah.
Baca Juga: Kunjungan dan Verifikasi Kemandirian Usaha Penerima Manfaat Program Barbershop
Batas Waktu Mengqadha Puasa Ramadhan


Setelah mengetahui hukum qadha puasa, muncul pertanyaan tentang kapan batas akhir mengqadha puasa Ramadhan tahun lalu?
Melansir NU Online, menurut mayoritas ulama batas waktu untuk mengganti puasa adalah sebelum datangnya Ramadhan berikutnya. Dengan kata lain, tidak ada batas waktu mengganti atau mengqadha puasa Ramadhan di bulan Sya’ban.
Akan tetapi, sebagian ulama mengharamkan mengqadha puasa setelah melewati Nisfu Sya’ban (15 Sya’ban) sebagai antisipasi masuknya bulan Ramadhan.
Apabila seseorang menunda penggantian puasa karena kelalaian hingga datang Ramadan berikutnya, maka ia tidak hanya wajib mengqadha puasa yang ditinggalkan, tetapi juga dibebani kewajiban tambahan berupa fidyah.
Baca Juga: Doa Penutup dan Awal Tahun Baru 2025/2026: Arab, Latin, dan Artinya
Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan


Setelah mengetahui kapan batas akhir mengqadha puasa Ramadhan tahun lalu, ketahuilah bacaan niat puasa qadha Ramadhan berikut ini:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala
Artinya: “Saya berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta’ala”.
Itulah penjelasan mengenai kapan batas akhir mengqadha puasa Ramadhan tahun lalu yang perlu umat Islam ketahui. Semoga Allah SWT mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan tahun ini. Aamiin yaa robbal ‘alamiin.



