7 Golongan yang Diperbolehkan Tidak Berpuasa Ramadhan, Siapa Saja?
peristiwa penting di bulan Syawal

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa Ramadhan

Puasa di bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan. Hanya saja, ada beberapa golongan yang diberikan ruksah (keringanan) untuk tidak berpuasa. Siapa saja golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa Ramadhan?

Apa Itu Rukhsah dalam Islam?

golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa Ramadhan

Sebelum mengetahui siapa saja golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa Ramadhan, penting untuk mengetahui apa itu rukhsah dalam Islam.

Rukhsah artinya keringanan atau dispensasi dalam hukum Islam yang diberikan Allah SWT kepada umat Muslim untuk mengubah hukum asal (azimah) menjadi lebih ringan karena adanya udzur syar’i seperti sakit, perjalanan jauh (safar), atau darurat.

Konsep ini bertujuan memudahkan ibadah, bukan untuk menyepelekan aturan, dan didasarkan pada prinsip kemudahan. Dalam hal puasa Ramadhan, Allah SWT memberikan rukhsah bagi umat Islam yang memiliki uzur.

Melansir NU Online, uzur yang menyebabkan seseorang mendapatkan keringanan antara lain; keadaan terpaksa, kondisi sulit, kondisi bepergian, kondisi dipaksa, sakit, lupa, keliru, dan kondisi tidak tahu. Simak beberapa golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa Ramadhan berikut ini.

Baca Juga: Doa Setelah Sholat Tarawih Ramadhan 2026: Arab, Latin, dan Artinya

Orang yang Sakit

Seorang Muslim yang mengalami sakit parah dan tidak diharapkan kesembuhannya mendapat keringanan untuk tidak berpuasa. Misalnya, penyakit stroke, gangguan pencernaan parah, hingga orang yang harus melakukan cuci darah.

Anak-anak

golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa Ramadhan

Salah satu golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa Ramadhan adalah anak-anak. Anak-anak yang belum mencapai usia baligh diperbolehkan tidak puasa, kecuali sebagai sarana untuk mengenalkan dan melatih mereka untuk berpuasa.

Baca Juga: 5 Keutamaan Bulan Ramadhan: Bulan Penuh Berkah dan Turunnya Al-Qur’an

Musafir

Musafir adalah orang yang melakukan perjalanan jauh. Allah SWT memberi keringanan bagi orang yang bepergian untuk tidak berpuasa. Namun, orang tersebut harus mengganti puasanya di lain waktu.

Adapun syarat seorang musafir dapat membatalkan puasanya menurut buku Fikih Muyassar, adalah bepergian dengan jarak 48 mil atau sekitar 80 kilometer.

Lansia

Golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa Ramadhan

Golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa Ramadhan selanjutnya adalah lansia yang kondisi fisiknya sudah terlalu lemah. Sehingga jika dipaksakan untuk berpuasa, justru akan menambah risiko gangguan kesehatan dan membahayakan.

Meski begitu, mereka harus mengganti puasa dengan membayar fidyah.

Perempuan Haid dan Nifas

Seorang perempuan yang mengalami haid dan nifas diberi keringanan untuk tidak menjalankan puasa sampai selesai masa haid dan nifasnya.

Baca Juga: Bantuan Modal Usaha untuk Pak Rahman: Wujudkan Kolaborasi dan Tingkatkan Kualitas Produksi

Orang Gila

Salah satu syarat puasa adalah berakal sehat, maka orang yang hilang akal sehat karena dalam gangguan jiwa diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Ibu Hamil dan Menyusui

golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa Ramadhan

Ibu hamil dan menyusui dapat menjalankan ibadah puasa apabila tidak berpotensi mengganggu kesehatan ibu dan janin. Namun, jika puasa malah berpotensi mengancam keselamatan keduanya, maka Allah telah memberi keringanan untuk ibu hamil dan menyusui.

Itulah 7 golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan 1447 Hijriah.

More
articles

Scroll to Top