
Surat Al-Waqiah adalah salah satu surat dalam Al-Qur’an yang paling akrab dibaca umat Islam. Keutamaan membaca surat Al-Waqiah memang banyak beredar di masyarakat, terutama yang mengaitkannya dengan kelapangan rezeki. Namun agar tidak sekadar ikut-ikutan, penting bagi setiap muslim untuk memahami dasar dari setiap keutamaan tersebut—mana yang bersumber dari riwayat yang kuat, dan mana yang perlu disikapi lebih hati-hati.
Mengenal Isi Kandungan Surat Al-Waqiah


Sebelum mengetahui keutamaan membaca Surat Al-Waqiah, penting untuk memahami isi kandungan surat tersebut. Surat Al-Waqiah merupakan surat ke-56 dalam Al-Qur’an, terdiri dari 96 ayat, dan tergolong surat Makkiyah karena diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.
Nama “Al-Waqiah” diambil dari ayat pembukanya yang berarti hari kiamat. Secara garis besar, surat ini menggambarkan dahsyatnya peristiwa kiamat serta membagi manusia ke dalam tiga golongan: mereka yang paling dekat dengan Allah (as-sabiqun), golongan kanan (ashabul yamin) yang taat, dan golongan kiri (ashabul syimal) yang durhaka. Di bagian akhir, surat ini juga menegaskan kebenaran Al-Qur’an sebagai kitab yang datang dari Allah SWT, sekaligus menyinggung peristiwa sakaratul maut yang pasti dialami setiap manusia.
Dengan kandungan seberat ini, tidak mengherankan bila memahami surat Al-Waqiah bukan sekadar rutinitas membaca, melainkan juga bahan renungan tentang persiapan menghadapi hari akhir. Lantas, apa saja keutamaan membaca surat Al-Waqiah?
Baca Juga: Doa Penerima Zakat: Bentuk Balasan Kebaikan untuk Muzakki
Keutamaan yang Bersumber dari Riwayat yang Kuat


Salah satu keutamaan membaca surat Al-Waqiah yang bersandar pada riwayat berderajat hasan adalah gambaran tentang betapa beratnya kandungan surat ini bagi Rasulullah SAW sendiri. Dalam sebuah riwayat, Ibnu Abbas RA menceritakan bahwa Abu Bakar RA pernah bertanya kepada Nabi SAW mengapa rambut beliau telah beruban. Nabi SAW menjawab:
شَيَّبَتْنِي هُودٌ وَالْوَاقِعَةُ وَالْمُرْسَلَاتُ وَعَمَّ يَتَسَاءَلُونَ وَإِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ
Artinya: “Yang membuatku beruban adalah surah Hud, al-Waqi’ah, al-Mursalat, ‘Amma Yatasa’alun, dan Idzasy Syamsu Kuwwirat.” (HR. At-Tirmidzi, dinilai hasan)
Riwayat ini menunjukkan betapa beratnya kandungan surat Al-Waqiah, sebab surat ini menggambarkan secara rinci kedahsyatan hari kiamat dan konsekuensinya bagi setiap golongan manusia. Bagi seorang muslim, hadis ini menjadi pengingat bahwa membaca dan merenungi surat Al-Waqiah semestinya menumbuhkan kesadaran akan hari akhir, bukan sekadar dibaca sebagai rutinitas tanpa penghayatan makna.
Baca Juga: Kumpulan Sholawat Nabi: Arab, Latin, dan Artinya
Keutamaan Populer yang Perlu Disikapi Hati-Hati


Di tengah masyarakat, keutamaan membaca surat Al-Waqiah yang paling sering disebut adalah anggapan bahwa membacanya setiap malam akan menjauhkan seseorang dari kefakiran. Riwayat yang biasa dijadikan sandaran berbunyi, “Barangsiapa membaca surat Al-Waqiah setiap malam, maka dia tidak akan jatuh miskin selamanya” (diriwayatkan al-Harits bin Abu Usamah dalam Musnad-nya).
Namun, mengutip Al-Manhaj, para ulama hadis menjelaskan bahwa riwayat tentang keutamaan membaca surat Al-Waqiah ini berstatus lemah (dhaif), bahkan sebagian menilainya mendekati palsu karena terdapat perawi yang dikenal sering berdusta dalam sanadnya. Karena itu, riwayat ini tidak bisa dijadikan hujjah atau dasar hukum yang pasti.
Meski demikian, sejumlah ulama fiqih membolehkan mengamalkan hadis lemah semacam ini sebatas untuk fadhailul a’mal (keutamaan amal), bukan untuk menetapkan janji pasti dari Allah. Artinya, seorang muslim tetap boleh membiasakan diri membaca surat Al-Waqiah dengan harapan kebaikan, tetapi tidak semestinya meyakininya sebagai jaminan otomatis terbebas dari kemiskinan.
Baca Juga: 5 Akhlak Nabi Muhammad yang Bisa Diteladani, Dermawan dan Penuh Kasih Sayang
Keutamaan dari Sisi Penghayatan Makna


Terlepas dari perdebatan derajat hadis di atas, ada keutamaan yang lebih substansial dan disepakati para ulama tafsir: surat Al-Waqiah mengajak setiap pembacanya untuk introspeksi diri. Dengan memahami pembagian tiga golongan manusia dalam surat ini, seorang muslim didorong untuk mengevaluasi posisinya—apakah termasuk golongan yang bersegera dalam ketaatan, ataukah justru lalai dengan urusan dunia semata. Sebagian ulama juga menekankan bahwa jika seseorang istiqamah membaca surat ini namun belum merasakan manfaat duniawi, ia tetap mendapatkan ganjaran berupa pemahaman akan makna kehidupan dan orientasi akhirat yang lebih kuat.
Pada akhirnya, keutamaan membaca surat Al-Waqiah tidak melulu soal harapan rezeki yang melimpah, tetapi lebih pada bagaimana surat ini membentuk kesadaran spiritual: mengingatkan kepastian hari kiamat, menegaskan kebenaran Al-Qur’an, dan mendorong setiap muslim untuk memperbaiki amal sebelum ajal tiba.



