
Puasa Syawal merupakan puasa sunah yang dianjurkan bagi umat Islam setelah merayakan Idul Fitri. Namun, bagi perempuan Muslimah yang memiliki utang puasa Ramadhan, mana yang harus didahulukan, puasa Syawal atau qadha Ramadhan dulu?
Puasa Syawal: Sunah Setelah Hari Raya Idul Fitri


Sebelum mengetahui puasa Syawal atau qadha Ramadhan yang harus didahulukan, marilah terlebih dulu membahas hukum puasa Syawal.
Bulan Syawal adalah momen perayaan bagi umat Islam yang telah berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Namun, bagi sebagian Muslimah yang memiliki uzur seperti haid, hamil, maupun menyusui, kondisi ini diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan wajib menggantinya di hari lain.
Sementara itu, di bulan Syawal umat Muslim juga disunahkan berpuasa selama enam hari. Salah satu keutamaan puasa Syawal enam hari adalah mendapatkan pahala seperti puasa satu tahun. Tak heran banyak orang menyempatkan diri untuk menunaikannya. Lantas, bagaimana ketentuannya bagi Muslimah yang ingin berpuasa, puasa Syawal atau qadha Ramadhan dulu?
Baca Juga: 3 Amalan Bulan Syawal yang Bisa Dikerjakan, Salah Satunya Menikah
Puasa Syawal atau Qadha Ramadhan Dulu?


Untuk menjawab pertanyaan puasa Syawal atau qadha Ramadhan yang harus didahulukan, maka penting untuk mengetahui alasan seseorang meninggalkan puasa Ramadhan.
Melansir NU Online, Imam An-Nawawi menjelaskan dua sebab orang tidak berpuasa. Yang pertama karena uzur seperti haid, nifas, sakit, hamil/menyusui, dan safar. Dan yang kedua adalah orang yang meninggalkan puasa dengan sengaja.
Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Syawal 1447 H: Arab, Latin, dan Artinya
Orang yang Tidak Puasa Karena Uzur
Orang-orang yang tidak puasa Ramadhan karena uzur seperti haid, nifas, sakit, perjalanan, lupa niat, makan karena beranggapan sudah masuk waktu buka puasa, wanita menyusui, dan wanita hamil, maka mereka diperbolehkan untuk mengganti puasanya kapan pun, dengan syarat sebelum memasuki bulan Ramadhan berikutnya.
Artinya, orang yang tidak puasa Ramadhan karena uzur boleh untuk menunaikan puasa Syawal terlebih dulu, baru dilanjutkan puasa qadha Ramadhan.
Baca Juga: Bantuan Kebencanaan untuk Ibu Eti Rachmawati: Dukung Majelis Taklim Ziyadatul Khair Kembali Berdiri
Orang yang Tidak Puasa Tanpa Uzur (Disengaja)
Selanjutnya mana yang harus didahulukan, puasa Syawal atau qadha Ramadhan apabila seseorang tidak berpuasa Ramadhan dengan disengaja?
Menurut mayoritas ulama Mazhab Syafi’iyah, orang yang tidak puasa Ramadhan tanpa uzur (disengaja), maka ia wajib langsung menggantinya setelah bulan Ramadhan.
Baca Juga: Penyaluran Hygiene Kit UCare Indonesia x ASKLIN Kota Bekasi ke Kampung Pemulung


Selain pendapat di atas, ada pula pendapat Imam Ibnu Hajar Al-Haitami yang menjelaskan bahwa yang harus didahulukan adalah qadha puasa Ramadhan. Bahkan, makruh hukumnya jika menunaikan puasa Syawal sebelum mengganti puasa Ramadhan.
Lebih lanjut Imam Ibnu Hajar menjelaskan bahwa yang dimaksud makruh dalam hal ini adalah bahwa orang yang lebih mendahulukan puasa Syawal dari qadha puasa Ramadhan tidak mendapatkan pahala puasa sunnah enam hari bulan Syawal secara sempurna.
Itulah penjelasan tentang mana yang lebih diutamakan, puasa Syawal atau qadha Ramadhan dulu. Jawabannya adalah bergantung pada alasan meninggalkan puasa Ramadhan, namun yang lebih utama adalah qadha Ramadhan terlebih dulu. Semoga penjelasan di atas membantu.




