Tragedi Gunung Semeru dan Kisah Haru Sosok Rumini Demi Temani Sang Ibu
gunung semeru

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Masih membekas dalam ingatan bangsa ini, terutama warga Kabupaten Lumajang dan sekitarnya yang merasakan secara langsung tragedi erupsinya Gunung Semeru pada hari Sabtu (04/12/2021). Hingga 6 Desember, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mencatat sebanyak 2.970 tempat tinggal warga sekitar terdampak erupsi Gunung Semeru.

Dampak erupsi Gunung Semeru beragam, mulai dari rusak hingga hancurnya rumah warga karena material awan panas dan debu yang berguguran hingga mengakibatkan korban yang luka-luka bahkan meninggal dunia.  BNPB dalam siaran persnya (7/12/2021) mencatat ada sekitar 56 orang luka-luka, 17 orang hilang dan 34 orang meninggal dunia dalam insiden Gunung Semeru.

Dua orang korban jiwa di antaranya adalah sosok Rumini (28) dan Salamah (70) yang ditemukan tidak bernyawa di kediaman rumah mereka yang berlokasi di Desa Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur. Keduanya ditemukan dalam keadaan berpelukan pasca erupsi Gunung Semeru. Diketahui bahwa Salamah yang merupakan seorang ibu diduga sudah tidak sanggup berjalan apalagi lari untuk menyalamatkan diri mengingat usianya yang sudah lansia. Namun Rumini yang merupakan seorang anak rasanya tidak tega membiarkan sang ibu seorang diri.

Baca berita lainnya: Gunung Semeru Erupsi! Bantu Kebutuhan untuk Dapur Darurat

Dari kisah haru Rumini demi temani ibunya, banyak pelajaran yang bisa diambil. Salah satunya adalah untuk terus berbuat baik atau berbakti kepada orangtua. Karena tanpa orang tua, kita tidak akan ada di dunia ini. sejak dalam kandungan seorang ibu sudah berlelah letih mengandung, melahirkan, menyusui hingga membesarkan anak-anaknya. Maka sudah sepantasnya, setiap anak untuk berbakti kepada ibu juga bapaknya.

Mari isi waktu-waktu yang kita miliki saat ini untuk terus berbakti dan berbuat baik kepada orang tua, baik dalam perkataan ataupun perbuatan. Berikan kasih sayang, curahkan perhatian, doa hingga luangkan waktu untuk terus berbagi dan bahagiakan mereka. Karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berfirman,

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra: 23)

Masih tentang Gunung Semeru, mari bantu kebutuhan untuk dapur darurat di Semeru untuk saudara-saudara kita yang terdampak melalui https://bantusesama.or.id/dapurdaruratsemeru

More
articles

Scroll to Top