
Apa itu kimpul dan manfaatnya untuk kesehatan tiba-tiba jadi bahan obrolan ramai di media sosial beberapa pekan terakhir. Istilah “kimpul” sempat menjadi trending topic di X setelah seorang kreator TikTok asal Bantul, @black.sheep8208, rutin mengganti bahan utama berbagai makanan kekinian dengan umbi ini. Mulai dari mashed kimpul, kimpuljeon, hingga versi lokal dumpling lasagna, kreasinya berhasil meraup jutaan penayangan dan membuat warganet penasaran dengan bahan pangan yang sempat terlupakan tersebut.
Kimpul, Umbi Lokal yang Mendadak Viral


Tren “saya ganti kimpul” ini bukan sekadar konten lucu-lucuan. Sang kreator mengaku ingin memperkenalkan kembali pangan lokal Indonesia yang menurutnya punya nilai gizi tak kalah dari bahan-bahan modern, namun mulai jarang dilirik anak muda. Berkat konten tersebut, sejumlah warganet bahkan menjuluki akun ini “Duta Ketahanan Pangan”. Lantas, apa itu kimpul sebenarnya dan apa manfaatnya untuk kesehatan?
Baca Juga: Pasca Gempa NTT, Warga Banyak Keluhkan Penyakit ISPA dan Hipertensi
Apa Itu Kimpul Sebenarnya?


Secara ilmiah, kimpul memiliki nama Xanthosoma sagittifolium dan termasuk famili Araceae, satu kelompok dengan talas. Di Indonesia, umbi ini juga dikenal dengan berbagai nama lokal seperti talas Belitung, bentul, bothe, glitung, hingga genjlong, tergantung daerahnya. Tanaman ini berasal dari kawasan tropis Amerika dan sudah lama dibudidayakan di berbagai wilayah Nusantara jauh sebelum viral di media sosial.
Baca Juga: Penyaluran Air Bersih di Karawang, Setetes Harapan di Musim Kemarau
Kandungan Gizi di Balik Kimpul
Menurut Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof. Evy Damayanthi, talas kimpul merupakan sumber karbohidrat yang rendah lemak dengan indeks glikemik tergolong rendah. Umbi ini mengandung serat pangan, pati resisten, mineral tembaga dan kalium, vitamin B3, serta senyawa bioaktif seperti diosgenin dan flavonoid. Dibandingkan talas Bogor, gembili, atau singkong, kimpul juga tercatat memiliki kandungan karbohidrat lebih tinggi namun tetap rendah kalori, mudah dicerna, dan bebas gluten secara alami.
Baca Juga: Ayat tentang Anjuran Sedekah Jumat, Ini Dalil dan Keutamaannya
Manfaat Kimpul untuk Kesehatan
Salah satu keunggulan utama kimpul adalah kandungan pati resisten tipe III (RS3) yang berfungsi mirip serat pangan karena tidak sepenuhnya dicerna tubuh. Prof. Evy menjelaskan bahwa pati resisten ini bermanfaat menyehatkan usus, memudahkan penyerapan zat gizi mikro, serta meningkatkan jumlah mikroorganisme baik dalam tubuh. Karena indeks glikemiknya rendah, kimpul juga berpotensi menjadi alternatif karbohidrat yang lebih ramah bagi orang yang perlu menjaga kadar gula darahnya, meski tetap perlu dikonsumsi dalam porsi wajar dan bukan sebagai pengganti anjuran medis.
Selain itu, apa itu kimpul dan manfaatnya untuk kesehatan juga tak lepas dari kandungan seratnya yang mendukung kesehatan pencernaan secara umum. Kandungan vitamin C dan beta karoten di dalamnya turut melengkapi profil gizi kimpul sebagai pangan lokal yang layak dilirik kembali.
Baca Juga: Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa NTT di Sikka
Cara Mengolah Kimpul agar Aman Dikonsumsi


Setelah mengetahui apa itu kimpul dan manfaatnya, lantas seperti apa cara mengolahnya agar aman dikonsumsi? Seperti talas pada umumnya, kimpul mengandung getah dan kristal kalsium oksalat yang bisa menimbulkan rasa gatal jika diolah sembarangan.
Karena itu, kimpul sebaiknya direbus atau dikukus hingga benar-benar matang sebelum diolah lebih lanjut menjadi getuk, keripik, perkedel, atau menu kekinian ala warganet. Dengan pengolahan yang tepat, kimpul bisa dinikmati dengan aman sekaligus tetap mendapatkan manfaat gizinya.





