3 Macam Pelaksanaan Ibadah Haji dalam Islam dan Pengertiannya
macam pelaksanaan ibadah haji

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

macam pelaksanaan ibadah haji

Umat Islam di seluruh dunia saat ini tengah bersiap memasuki puncak haji 2026 di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Memahami perbedaan macam-macam pelaksanaan ibadah haji dalam Islam sangat penting untuk memastikan ibadah haji kita diterima dan mabrur. Simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini.

Haji: Rukun Islam Kelima Impian Banyak Orang

macam pelaksanaan ibadah haji

Sebelum mengetahui macam-macam pelaksanaan ibadah haji, penting untuk mengetahui makna ibadah tersebut.

Haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan setiap Muslim yang mampu secara fisik, mental, dan finansial. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 97 yang berbunyi:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Artinya: “Dan di antara kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.”

Baca Juga: Kenapa Orang yang Berkurban Dilarang Potong Kuku dan Rambut?

Macam-macam Pelaksanaan Ibadah Haji

macam pelaksanaan ibadah haji

Macam-macam pelaksanaan ibadah haji dibedakan dari niat dan rangkaian ibadah yang dijalankan. Hal ini didasari pada peristiwa Haji Wada’ yang diriwayatkan Aisyah RA., beliau bercerita:

Artinya: “Kami keluar bersama Rasulullah pada tahun haji wada’. Di antara kami ada yang berihram untuk umroh, ada yang berihram untuk haji dan umroh, dan ada yang berihram untuk haji saja. Rasulullah saw. berihram untuk haji. Bagi yang berihram untuk umroh, mereka boleh tahalul setelah itu. Siapa yang bertahalul untuk haji atau menggabungkan antara haji dan umroh, maka tidaklah tahalul kecuali hari Nahr (Iduladha, 10 Dzulhijjah).” (HR. Bukhari no. 1211 dan Muslim no. 118)

Berdasarkan hadis di atas, maka terdapat 3 macam pelaksanaan ibadah haji, melansir dari laman BPKH:

Haji Ifrad

Haji ifrad merupakan jenis pelaksanaan haji yang paling sederhana. Dalam haji Ifrad, jemaah hanya melakukan ibadah haji tanpa menggabungkannya dengan ibadah umrah. Ini berarti, jemaah memusatkan seluruh fokus dan energinya hanya pada rangkaian ibadah haji.

Keistimewaan Haji Ifrad adalah jemaah tidak perlu membayar dam karena hanya melakukan satu jenis ibadah, yaitu haji. Ini membuat Haji Ifrad menjadi pilihan bagi jemaah yang ingin melaksanakan ibadah haji dengan lebih sederhana dan tanpa tambahan kewajiban.

Baca Juga: Doa dan Dzikir 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Haji Qiran

Macam-macam pelaksanaan ibadah haji selanjutnya adalah haji Qiran. Ini merupakan pelaksanaan ibadah haji yang dilakukan dengan menggabungkan haji dan umrah dalam satu niat dan satu rangkaian pelaksanaan.

Sejak berihram di miqat, jemaah sudah berniat untuk melaksanakan kedua ibadah tersebut tanpa tahalul hingga 10 Dzulhijjah. Jemaah melakukan thawaf qudum, sholat dua rakaat, lalu melakukan sa’i yang diperuntukkan untuk haji dan umrah sekaligus.

Karena melaksanakan dua ibadah dalam satu waktu dan tetap dalam keadaan ihram, jemaah yang memilih Haji Qiran wajib membayar dam berupa hewan sembelihan.

Baca Juga: 5 Manfaat Kurban dari Sisi Sosial: Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Haji Tamattu

macam pelaksanaan ibadah haji

Haji tamattu’ adalah bentuk pelaksanaan haji yang dimulai dengan umrah terlebih dulu. Dalam haji tamattu, jemaah mengambil ihram untuk umrah sebelum kemudian melepasnya di Mekkah. Setelah selesai umrah dan menunggu waktu haji tiba, jemaah kemudian mengambil ihram lagi untuk melaksanakan haji.

Terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam haji tamattu. Antara lain tidak termasuk penduduk Masjidil Haram, mendahulukan umrah sebelum haji, dan melaksanakan umrah pada bulan-bulan haji. Jika semua syarat terpenuhi, jemaah harus membayar dam dengan menyembelih seekor kambing sebagai kompensasi.

Demikian penjelasan mengenai 3 macam pelaksanaan ibadah haji dalam Islam. Semoga Allah SWT memudahkan perjalanan para jemaah haji di Tanah Suci dan mendapatkan haji yang mabrur. Aamiin.

More
articles

Scroll to Top