
Zakat perdagangan adalah salah satu jenis zakat yang wajib ditunaikan umat Muslim yang telah memenuhi syarat. Mengetahui panduan lengkap zakat perdagangan sangat bermanfaat bagi Anda yang memiliki usaha dagang agar setiap keuntungan yang didapatkan menjadi lebih berkah. Simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini.
Pengertian Zakat Perdagangan


Untuk mengetahui panduan lengkap zakat perdagangan, pahami lebih dulu pengertian zakat perdagangan. Mengutip BAZNAS, zakat perdagangan ialah zakat yang dikeluarkan dari harta niaga, sedangkan harta niaga adalah harta atau aset yang diperjualbelikan dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan.
Harta perdagangan yang dikenakan zakat dihitung dari asset lancar usaha dikurangi hutang yang berjangka pendek (hutang yang jatuh tempo hanya satu tahun). Jika selisih dari asset lancar dan hutang tersebut sudah mencapai nisab, maka wajib dibayarkan zakatnya.
Baca Juga: Hukum Tidur Setelah Ashar dalam Islam, Bolehkah?
Dalil Zakat Perdagangan


Perintah menunaikan zakat perdagangan terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadis. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al Baqarah ayat 254:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيْهِ وَلَا خُلَّةٌ وَّلَا شَفَاعَةٌ ۗوَالْكٰفِرُوْنَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan dan tidak ada lagi syafaat. Orang-orang kafir itulah orang yang zalim.” (QS. Al-Baqarah: 254)
Baca Juga: Macam-macam Zakat dalam Islam, Bukan Cuma Zakat Fitrah
Syarat Wajib Zakat Perdagangan


Panduan lengkap zakat perdagangan juga termasuk pembahasan mengenai syariat wajibnya. Tidak semua usaha perdagangan wajib dikenakan zakat, adapun syarat wajib zakat perdangan antara lain:
- Pemilik usaha dagang haruslah seorang Muslim yang baligh dan berakal
- Harta sepenuhnya milik pemilik usaha
- Usaha yang dimiliki harus bertujuan untuk diperjualbelikan dengan harapan mendapatkan keuntungan
- Mencapai nisab senilai 85 gram emas
- Harta niaga yang dimiliki telah mencapai haul, yakni satu tahun penuh Hijriah.
Baca Juga: Pekerja Wajib Tahu, Apakah Gaji Bulanan Wajib Dizakati?
Cara Menghitung Zakat Perdagangan


Setelah mengetahui panduan lengkap zakat perdagangan mulai dari pengertian hingga syarat wajibnya, jangan lupa untuk mengetahui cara menghitung zakat ini.
Harta perdagangan yang dikenakan zakat dihitung dari aset lancar usaha dikurangi utang yang berjangka pendek (hutang yang jatuh tempo hanya satu tahun). Jika selisih dari aset lancar dan utang tersebut sudah mencapai nisab, maka wajib dibayarkan zakatnya dengan besaran 2,5 persen. Berikut ini rumusnya:
2,5 persen x (aset lancar – utang jangka pendek)
Contoh:
Bapak Ahmad memiliki aset usaha senilai Rp300.000.000 dengan utang jangka pendek senilai Rp50.000.000,-. Jika harga emas saat ini Rp2,600.000,-/gram, maka nishab zakat senilai Rp221.000.000,-. Sehingga Bapak Ahmad sudah wajib zakat atas dagangnya. Zakat perdagangan yang perlu Bapak A tunaikan sebesar 2,5% x (Rp300.000.000 – Rp50.000.000) = Rp6.250.000.
Demikian penjelasan mengenai panduan lengkap zakat perdagangan, mulai dari pengertian, dalil, hingga cara menghitungnya. Semoga bermanfaat dan membuat pemilik usaha yang telah memenuhi syarat semakin memahami kewajibannya. Aamiin.





