10 Etika Berdoa Menurut Imam Al-Ghazali
etika berdoa

Date

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Tidak ada amalan yang sia-sia karena semua akan ada balasannya. Namun alangkah baiknya dalam mengerjakan amal ibadah diperhatikan juga tata caranya, apakah sudah benar sesuai dengan syariat atau belum. Hal ini juga berlaku bagi umat muslim dalam etika berdoa. Lalu apa saja 10 etika berdoa menurut Imam Al-Ghazali?

Pertama, hendaklah memilih waktu yang tepat dalam berdoa. Pada waktu-waktu ini ada keutamaan yang lebih baik untuk berdoa dibandingkan dengan waktu lainnya, seperti  pada bulan Ramadhan, hari Jumat, sepertiga malam terakhir dan pada hari Arafah. Berdoalah dengan sungguh-sungguh pada waktu terbaik, namun juga tidak lupa untuk tetap berdoa di waktu yang lain.

Kedua, berdoalah pada kondisi yang tepat. Kondisi yang tepat dalam artian memang kondisi tersebut memiliki keutamaan dibanding yang lainnya. Contoh berdoa pada saat sujud, berdoa saat turun hujan, berdoa antara waktu azan dan iqomah, dsb.

Ketiga, hendaklah berdoa dengan khusyu’ dan menghadap kiblat. Hadapkan diri pada kiblat, dengan mengangkat tangan, serta mengusapkan ke wajah setelah berdoa.

Keempat, rendahkanlah suara dalam berdoa. Bagaimanapun kita hanyalah hamba yang lemah. Sebagaimana seorang hamba menghadap Raja, Tuhan, Rabb, maka dianjurkan untuk berlemah lembut. Termasuk saat seorang hamba berdoa.

Kelima, berdoalah dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Janganlah berlebih-lebihan dengan bahasa yang sulit dimengerti. Karena sesungguhnya Allah SWT mengetahui apa yang menjadi niat dan hajat kita.

Baca artikel lainnya: Doa Naik Kendaraan yang Diajarkan oleh Rasulullah Saw

Keenam, berbaik sangkalah kepada Allah SWT dalam berdoa. Serta rendahkanlah diri dan gunakan suara yang lembut.

Dalam Al-Qur’an telah disebutkan:

ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ

Artinya: “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 55)

Ketujuh, hadirkanlah rasa bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mengabulkan segala doa dan permohonan kita padaNya. Libatkan perasaan yakin bahwa Allah Maha Mendengar, Allah Maha Mengetahui dan Allah kelak yang akan mengabulkan segala doa-doa.

Kedelapan, bersungguh-sungguhlah dalam berdoa. Jangan bermain-main dengan doa apalagi sambil bercanda sehingga tidak ada rasa khuyu’ dan keseriusan saat memohon padaNya. Teruslah berdoa dan yakin bahwa Allah akan menjawabnya.

Kesembilan, mulailah berdoa dengan puji-pujian kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala serta bershalawat kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.

Kesepuluh, seseorang yang berdoa hendaklah mengawali dengan bertaubat dan beristighfar kepadaNya. Memohon ampunan kepada Allah terlebih dahulu barulah disambung dengan doa lainnya.

Seperti itulah etika atau adab berdoa menurut Imam Al-Ghazali yang bisa kita lakukan. Yuk sahabat, jangan lewatkan hari tanpa berdoa. Mari perbanyak doa dan lakukan amalan sholeh lainnya untuk bekal di kemudian hari.

Sumber: Musyafa, Haidar. 2014. Hidup Berkah dengan Doa. Jakarta:Gramedia

More
articles

Kontak Kami

Jl. Rajawali Raya No.73 RT.009/RW.002, Kel. Kayuringin Jaya, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat 17144

+62-822-2333-9773

(021) 88960316