5 Contoh Sedekah Jariyah, Amalan yang Pahalanya Tak Pernah Putus
contoh sedekah jariyah

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

contoh sedekah jariyah

Contoh sedekah jariyah sebenarnya sangat beragam dan tidak melulu soal nominal besar, melainkan tentang manfaat yang terus dirasakan orang lain dalam jangka panjang. Ada satu jenis sedekah yang keistimewaannya tidak dimiliki amalan lain: pahalanya tetap mengalir meskipun orang yang memberikannya sudah meninggal dunia. Itulah sedekah jariyah. Memahami bentuk-bentuknya penting agar setiap muslim bisa memilih amal jariyah yang paling sesuai dengan kemampuannya.

Dalil tentang Keutamaan Sedekah Jariyah

contoh sedekah jariyah

Sebelum mengatahui contoh sedekah jariyah, penting untuk mengetahui dalil tentang keutamaan sedekah jariyah. Dasar utama sedekah jariyah bersumber dari hadis riwayat Abu Hurairah RA, di mana Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: “Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim, no. 1631)

Kata “jariyah” sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti mengalir atau berkelanjutan. Karena itu, sedekah jariyah dipahami sebagai bentuk pemberian yang manfaatnya terus dirasakan banyak orang dalam waktu lama, sehingga pahalanya pun terus mengalir kepada pemberinya selama manfaat tersebut masih ada, bahkan setelah ia wafat.

Baca Juga: Sedekah Jariyah: Pengertian, Contoh, dan Keutamaannya

5 Contoh Sedekah Jariyah yang Bisa Diamalkan

contoh sedekah jariyah

Berikut ini beberapa contoh sedekah jariyah yang bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari:

1. Membangun atau Merenovasi Masjid

Turut serta membangun, merenovasi, atau melengkapi fasilitas masjid termasuk salah satu contoh sedekah jariyah yang paling utama. Setiap orang yang beribadah, mengaji, atau beri’tikaf di masjid tersebut akan menjadi ladang pahala bagi orang yang berkontribusi dalam pembangunannya. Bahkan, sumbangan sekecil apa pun untuk masjid—baik berupa dana, bahan bangunan, maupun perlengkapan sholat—tetap terhitung sebagai sedekah jariyah selama fasilitas itu masih digunakan.

2. Membangun Sumur atau Fasilitas Air Bersih

Air adalah kebutuhan dasar yang tidak semua orang bisa mengaksesnya dengan mudah, terutama di daerah yang mengalami krisis air. Membangun sumur atau fasilitas air bersih menjadi salah satu amal jariyah yang manfaatnya bisa dirasakan bertahun-tahun oleh banyak orang. Setiap tetes air yang dimanfaatkan dari sumur tersebut akan terus menjadi sumber pahala bagi orang yang membangunnya, sesuai dengan makna “jariyah” yang berarti mengalir—selaras pula dengan sifat air itu sendiri.

Baca Juga: Jenis-jenis Sedekah dan Manfaatnya dalam Kehidupan Sehari-hari

3. Mewakafkan Al-Qur’an atau Buku Bermanfaat

contoh sedekah jariyah

Menyumbangkan mushaf Al-Qur’an ke masjid, pesantren, atau lembaga pendidikan Islam juga termasuk contoh sedekah jariyah. Setiap ayat yang dibaca dari mushaf wakaf tersebut akan terus mengalirkan pahala bagi pewakafnya, selama Al-Qur’an itu masih digunakan untuk beribadah. Hal yang sama juga berlaku untuk buku-buku ilmu bermanfaat yang diwakafkan, karena ilmu yang tersebar dan terus diamalkan oleh orang lain juga termasuk amal yang tidak terputus meski pemiliknya telah tiada.

4. Wakaf Tanah untuk Kepentingan Umat

Mewakafkan tanah untuk pembangunan masjid, sekolah, pesantren, atau fasilitas umum lainnya adalah bentuk sedekah jariyah yang dampaknya bisa dirasakan lintas generasi. Selama tanah tersebut masih dimanfaatkan sesuai peruntukannya, pahala bagi pewakaf akan terus mengalir. Menariknya, wakaf tanah termasuk amal yang tidak bisa dibatalkan begitu ikrar wakafnya sah, kecuali jika penggunaannya menyimpang jauh dari akad awal.

Baca Juga: Doa Penerima Zakat: Bentuk Balasan Kebaikan untuk Muzakki

5. Menanam Pohon yang Bermanfaat

Menanam pohon yang buah atau manfaatnya bisa dinikmati makhluk lain juga termasuk contoh sedekah jariyah, bahkan dalilnya termasuk salah satu yang paling kuat karena diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi sekaligus. Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ

Artinya: “Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menabur benih tanaman, lalu (hasilnya) dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan hal itu menjadi sedekah baginya.” (HR. Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi)

Selama pohon tersebut masih tumbuh dan buah maupun manfaatnya masih dinikmati makhluk lain, pahala sedekah akan terus mengalir kepada orang yang menanamnya, bahkan setelah ia wafat.

Baca Juga: Sama-sama Asnaf Zakat, Ini Perbedaan Fakir dan Miskin dalam Islam

Sedekah Jariyah, Investasi Akhirat yang Tak Pernah Rugi

contoh sedekah jariyah

Allah SWT juga menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa harta yang dinafkahkan di jalan-Nya tidak akan pernah membuat seseorang merugi, bahkan akan dilipatgandakan balasannya berkali-kali lipat. Dengan memahami berbagai contoh sedekah jariyah di atas, setiap muslim sebenarnya memiliki banyak pilihan untuk berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing—baik lewat pembangunan masjid, penyediaan air bersih, wakaf Al-Qur’an, wakaf tanah, maupun menanam pohon yang bermanfaat. Selama manfaatnya terus dirasakan, pahalanya pun akan terus mengalir tanpa henti, bahkan hingga pemberinya telah kembali kepada Allah SWT.

More
articles

Scroll to Top