5 Syarat yang Harus Dipenuhi Saat Taubat Nasuha
Sedekah atas Nama Orang Tua

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Manusia memiliki fitrah berupa hati yang bersih. Ya, itu fitrahnya. Namun karena manusia tidak luput dari berbuat kesalahan dan dosa pada akhirnya hati menjadi ternoda. Hati yang kotor maka petunjuk, ilham, dan kebenaran akan sulit diterima. Bahkan jika noda-noda dosa menutupi seluruh isi hati manusia, maka akan terasa sulit mendapatkan petunjuk dari Allah SWT.

Maka selayaknya pakaian yang terkena noda harus segera dibersihkan, seperti itu juga hati. Kita harus memberihkan hati dari berbagai noda yang telah diperbuat. Karena bagaimanapun, pakaian yang kotor saja akan membuat kita merasa tidak nyaman. Apalagi hati yang cenderung berperan dalam hidup kita.

Lalu, gimana sih caranya membersihkan hati dari dosa dan maksiat yang telah diperbuat di masa lalu? Jawabannya adalah ‘taubatan nasuha’ atau tobat yang semurni-murninya. Sebagaimana  tertuang dalam Al-Qur’an

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,” (QS. At-Tahrim [66]: 8)

Agar taubat nasuha kita semua diterima oleh Allah, maka jangan lupa untuk memperhatikan  5 unsur ini, yaitu:

1. Mengakui Kesalahan

Saat seseorang memilih bertaubat maka yang pertama kali harus dipahami bahwa ia menyadari kesalahannya atau dosa-dosa yang pernah dibuatnya. Disinilah pentingnya seorang muslim untuk lebih semangat dalam mempelajari agama islam. Sehingga dengan pengetahuannya tersebut, ia akan tahu mana yang telah Allah Ta’ala perintahkan dan mana saja yang dilarang.

2. Menyesali kesalahan

Tidak cukup dengan mengakui serta menyadari kesalahan, seorang muslim yang ingin melakukan taubat nasuha juga harus menyesalahi perbuatan salahnya. Karena bagaimana mungkin seseorang bertaubat, sedang ia sendiri justru malah bangga dengan dosa-dosanya.

Rasulullah SAW bersabda, “Menyesal itu adalah tobat.” (HR. Abu Daud dan Hakim)

3. Meminta ampunan kepada Allah SWT

Setelah menyadari dan menyesali perbuatan dosa dan kesalahan yang diperbuat, selanjutnya adalah memohon ampun kepada Allah, Rabb semesta alam. Memohon ampunan bisa dengan banyak berdzikir serta istighfar. Semakin banyak istighfar atau memohon ampun kepada Allah, maka akan semakin baik.

Baca artikel lainnya: 5 Tips Merawat Kecantikan Ala Muslimah

4. Berjanji tak akan mengulangi

Sebagaimana harapan seorang hamba yang ingin bertaubat dengan sebenar-benarnya, maka ia juga harus berjanji untuk tidak mengulanginya lagi di masa depan. Bahkan tidak boleh ada setitikpun niat untuk melakukan perbuatan dosa tersebut nantinya. Karena sekecil apapun dosa, jika diulang-ulang maka akan menjadi dosa yang besar.

5. Tutup dosa di masa lalu dengan banyak beramal sholeh

Sebuah keharusan bagi seorang muslim manakala ia sungguh-sungguh bertaubat adalah dengan banyak beramal sholeh. Sebagaimana perbuatan baik itu akan menghapuskan perbuatan yang buruk.

وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ الَّيْلِ ۗاِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِۗ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذّٰكِرِيْنَ

Artinya: “Dan laksanakanlah salat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).” (QS. Hud: 114)

Dengan penuhi 5 unsur di ataslah, maka sseorang bisa dikatakan telah bertaubat dengan taubat nasuha. Semoga dengan bertaubah yang sebenar-benarnya akan membuat diri kita menjadi insan yang lebih baik lagi. Aaamiin.

More
articles

Scroll to Top