Bismillah, Semoga Farhan Tegak Kembali

Date

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

[vc_row][vc_column][vc_single_image image=”11453″ img_size=”full”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text] 

Namanya Farhan berumur 14 tahun, kini bersekolah di kelas 3 SMP di SMPN 40 Bekasi. Sehari-harinya ia tinggal bersama kedua orang tuanya yaitu Pak Asep yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online dan Ibu Ita yang sehari-harinya menjadi ibu rumah tangga meski kadang-kadang jualan.

 

Farhan dan keluarganya kini tinggal di Perum Kodam Mustika Jaya Block C 10 No 3 Mustika Jaya, Bekasi. Awalnya Farhan sering jatuh ketika pas lagi jalan. Seringkali tiba-tiba jatuh tanpa sebab. Jalannya jinjit. Naik tangga ngga bisa. Jongkok ngga bisa. Terus kalau abis duduk mau berdiri lagi itu susah.

 

Ketika salah satu orang tuanya berhenti kerja 7 tahun yang lalu dan anak semakin tinggi, barulah orang tua menyadari bahwa badan Farhan melengkung (scoliosis) dan jalannya pun menjadi ngengkang meski tetap jinjit. Dari situlah mereka langsung berobat ke dokter. Kemudian dokter menyarankan untuk segera konsultasi ke dokter syaraf anak.

 

Pernah suatu hari, Farhan mengalami batuk pilek hingga dadanya sesak bahkan muntah-muntah selama 6 jam tanpa berhenti. Akhirnya mereka membawa Farhan ke UGD dan langsung dirawat inap selama kurang lebih 2 pekan.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_single_image image=”11457″ img_size=”full”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Agar kondisi syarafnya terpantau, Dokter menyarankan agar Farhan melakukan cek lab untuk memastikan  penyakit DMDnya. Yaitu melalui cek: CK, EMG dan DNA.  Sayangnya pengecekan EMG dan DNA tidak dilakukan karena alasan terbentur biaya. Jadi hanya melakukan cek CK saja di prodia itu pun biaya nya di tanggung sendiri karena tidak bisa menggunakan akses kartu sehat.

 

Namun, di tengah kesulitan ada kemudahan. Alhamdulilah ada teman orangtuanya yang memberi sumbangan untuk biaya ceknya.  Dari hasil lab ketahuan bahwa Farhan positif penyakit DMD atau singkatan dari Duechenne Muscular Dystropy yaitu kelainan langka yang menyerang otot dimana semakin lama otot akan semakin lemah.

 [/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_single_image image=”11458″ img_size=”full”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Setiap cek dokter hanya diberi obat generik dan terapi. Setiap kali cek dan menemukan keluhan pasti cek lab. Ada beberapa obat juga yang kadang harus ditebus di luar.

 

Sampai akhirnya beberapa bulan kemudian cek di RSUD Bekasi ada yang kasih tau ada dokter syaraf anak dan bisa terima kartu sehat. Kemudian karena ingin Farhan lekas sembuh juga mencoba mencari alternatif lain, salah satunya yaitu totok punggung dan sudah berlaku beberapa kali.

 

Namun karena jarak perjalanan yang cukup jauh dengan tempat berobat, juga karena biaya yang cuup besar, Farhan cukup merasa Lelah dan mulai berputus asa karena tidak merasakan perubahan. Pengobatan pun berhenti.

 

Sampai sekarang rutin minum obat khusus. Sayangnya, harga perbotol 750 rb isi 60 kapsul hanya untuk 15 hari. Jadi sebulan harus beli 2 botol dan mengeluarkan kurang lebih 1,5 juta.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_single_image image=”11459″ img_size=”full”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Sayangnya, setelah rutin beberapa bulan konsul kontrol dan terapi ke RSUD tapi tetap tidak ada perubahan justru kondisi anak semakin terlihat agak lemah. Karena dari pagi di RSUD, pulang siang dan langsung sekolah sampai sore.

 

Pernah pada tanggal 1 Mei 2020, Farhan mengalami serangan tengah malam ketika mau pipis dan pup jatuh di kamar mandi dan langsung sulit digerakkan kakinya karena kaku betis seperti kerasnya batu. Karena itulah beberapa hari Farhan harus tidur dengan menggunakan pampers.

 

Satu waktu dokter memvonis bahwa usia Farhan hanya berkisar sampai 20-21 tahun saja. Kini Farhan dan keluarganya terus berharap dan berdoa agar biaya berobatnya bisa terbantu.

Wahai orang baik, Kini Farhan membutuhkan uluran tangan darimu. Yuk, jadi salah satu dermawan yang bisa membantu biaya berobat Farhan. Bantu Farhan agar optimis menjalani hidup. Agar Farhan kembali bersekolah dan belajar sebagaimana teman-temannya.

 

Sahabat bisa langsung membantu Farhan melalui https://www.amalsholeh.com/bantufarhansembuh

 

Atau berdonasi melalui transfer ke rekening di bawah ini:

BSM 7100 3000 14

Mandiri 167 000 2432 085

BNI Syariah 068 566 4701

A.n Yayasan Ukhuwah Care Indonesia

 

Tambahkan infaq Rp. 119 sebagai tanda donasi.

Contoh: transfer Rp. 100.119

 

 

Konfirmasi dan informasi ke

Telp. (021) 8896 0316

Hotline.  +62 8222 3339 773[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

More
articles