
NTT – LAZ UCare Indonesia mulai menyalurkan bantuan untuk warga korban gempa NTT (Nusa Tenggara Timur), pada Selasa (18/8/2026). Bantuan diberikan kepada 246 warga yang bertahan di tiga posko pengungsian mandiri Dusun Waipare B, Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka. Sejumlah warga memilih bertahan di tenda darurat alih-alih pulang ke rumah, lantaran gempa susulan terus terjadi
Menyusuri Posko, Mendengar Kegelisahan Warga


Sehari sebelum penyaluran bantuan untuk warga korban gempa NTT, tim UCare Indonesia lebih dulu duduk bersama mereka, mendengar langsung apa yang paling dibutuhkan. Dari obrolan-obrolan itu terungkap alasan mengapa mereka enggan kembali ke rumah: gempa susulan masih datang tanpa aba-aba, dan rasa was-was itu paling terasa begitu malam tiba. Di tenda pengungsian, setidaknya mereka merasa tidak sendirian menghadapi ketidakpastian. Dari sanalah tim UCare Indonesia memahami bahwa yang paling dibutuhkan saat itu adalah kepastian akan makan hari ini dan esok.
Baca Juga: Doa saat Terjadi Bencana Alam: Arab, Latin, dan Artinya
Salurkan Bantuan Logistik


Pada hari itu, tim UCare Indonesia menyalurkan infak para insan dermawan dalam bentuk paket sembako berisi beras, telur, minyak goreng, dan mi instan, ditambah air mineral untuk dibawa langsung ke setiap posko. Bukan sekadar logistik, bantuan untuk warga korban gempa NTT ini menjadi penguat mereka untu bertahan di masa-masa genting pasca gempa pertama 15 Agustus 2026 lalu.
Baca Juga: Duka di NTT Usai Diguncang Gempa, Saatnya Kita Bergerak Bersama
Kebutuhan Mendesak Warga


Bantuan sembako merupakan satu langkah kecil dari perjalanan panjang yang harus dilalui warga Sikka. Ketika tim berbincang lebih jauh dengan penyintas, satu per satu kebutuhan lain pun terungkap: tenda pengungsian yang layak, hygiene kit, healthy kit, selimut untuk melawan dingin malam, air bersih, tikar, obat-obatan, kelambu, dukungan dapur umum, terpal, perlengkapan bayi, hingga akses komunikasi seperti Starlink atau Orbit yang sangat berarti bagi relawan dan warga yang terputus dari dunia luar.
Daftar ini bukan sekadar catatan, melainkan pengingat bahwa pemulihan sejati butuh lebih dari sekadar makanan — ia menyentuh kesehatan, rasa aman, kebersihan, dan perlindungan bagi kelompok paling rentan seperti bayi dan anak-anak.
Baca Juga: Update Gempa NTT: 53 Orang Meninggal Dunia, 137 Orang Luka-luka
Ayo Terus Bantu Mereka Bertahan hingga Bangkit Kembali


UCare Indonesia berkomitmen untuk terus kembali ke Sikka, memantau kondisi warga, dan menyesuaikan bentuk bantuan seiring perkembangan di lapangan. Kepada seluruh insan dermawan yang telah mempercayakan amanahnya, terima kasih tak terhingga disampaikan, sebab setiap bantuan untuk warga korban gempa NTT yang sampai adalah bukti bahwa kepedulian itu masih hidup di tengah bencana. Semoga Allah SWT menjaga keselamatan masyarakat NTT, menghentikan gempa susulan, memudahkan jalan pemulihan, dan menguatkan hati setiap keluarga yang masih menanti di posko pengungsian.
Warga Waipare B dan sekitarnya masih menanti uluran tangan berikutnya. Yuk, salurkan infak dan sedekah terbaik Anda bersama LAZ UCare Indonesia, agar tenda, hygiene kit, obat-obatan, dan kebutuhan lain yang masih mereka nantikan segera sampai ke posko pengungsian.






