Benarkah Tidak Boleh Menikah di Bulan Safar? Ini Penjelasannya
Benarkah tidak boleh menikah di bulan Safar

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Benarkah tidak boleh menikah di bulan Safar

Benarkah tidak boleh menikah di bulan Safar? Pertanyaan ini kerap ditanyakan masyarakat karena adanya mitos larangan menikah pada bulan Safar karena bulan ini dianggap penuh kesialan. Padahal, Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa semua bulan itu baik dalam Islam. Simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini.

Mitos Larangan Menikah di Bulan Safar

benarkah tidak boleh menikah di bulan Safar

Jawaban mengenai benarkah tidak boleh menikah di bulan Safar berkaitan dengan mitos seputar bulan Safar yang beredar di masyarakat.

Kepercayaan ini meluas hingga mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk anggapan bahwa menikah pada bulan Safar akan mendatangkan kesialan bagi pasangan suami istri.

Meski begitu, melansir laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rasulullah SAW membantah keras kepercayaan sesat tersebut dan meluruskannya dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim yang berbunyi:

Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada wabah (yang menyebar dengan sendirinya tanpa kehendak Allah), tidak pula tanda kesialan, tidak (pula) burung (tanda kesialan), dan juga tidak ada (kesialan) pada bulan Safar. Menghindarlah dari penyakit judzam sebagaimana engkau menghindar dari singa.” (HR al-Bukhari)

Baca Juga: Panduan Lengkap Zakat Perdagangan: Pengertian, Nisab, dan Cara Menghitungnya

Pernikahan Penting dalam Sejarah Islam pada Bulan Safar

benarkah tidak boleh menikah di bulan Safar

Dari penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan, benarkah tidak boleh menikah di bulan Safar? Jawabannya tidak benar, anggapan bahwa tidak boleh menikah di bulan Safar adalah mitos yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.

Pernikahan di bulan apa pun, termasuk Safar, diperbolehkan dan sah asalkan rukun serta syarat nikahnya terpenuhi. Bahkan, terdapat dua pernikahan penting dalam sejarah Islam yang terjadi di bulan Safar.

Baca Juga: Hukum Tidur Setelah Ashar dalam Islam, Bolehkah?

Pernikahan Rasulullah SAW dengan Sayyidah Khadijah ra

Rasulullah SAW menikah dengan Sayyidah Khadijah bin Khuwailid RA pada bulan Safar. Saat itu, Rasulullah berusia 25 tahun sementara Khadijah berusia 40 tahun.

Pernikahan Sayyidah Fatimah dan Ali bin Abi Thalib

benarkah tidak boleh menikah di bulan Safar

Di bulan Safar pula, Rasulullah SAW menikahkan puteri kesayangannya Sayyidah Fatimah dengan sahabat Ali bin Abi Thalib. Ali bin Abi Thalib menikah dengan Fatimah berbekal baju besi yang dijualnya seharga 400 dirham. Ia menyerahkan uang tersebut kepada Rasulullah SAW sebagai mahar pernikahannya.

Demikian penjelasan mengenai benarkah tidak boleh menikah di bulan Safar. Jawabannya adalah tidak benar, karena selain menikah bulan apapun baik asal terpenuhi syarat sah dan rukun menikah, pada bulan Safar juga terdapat pernikahan yang penting dalam sejarah Islam.

More
articles

Scroll to Top