Bolehkah Mendoakan Keburukan untuk Orang yang Zalim? Ini Hukumnya
doa agar diberi kemudahan

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

bolehkah mendoakan keburukan untuk orang yang zalim

Dalam hidup ini tentu kita pernah merasa diperlakukan tidak adil atau dizalimi. Lantas, bolehkah mendoakan keburukan untuk orang yang zalim? Simak penjelasan hukumnya dalam artikel di bawah ini.

Hukum Mendoakan Keburukan bagi Orang yang Zalim

bolehkah mendoakan keburukan untuk orang yang zalim

Bagi orang yang sedang merasa terzalimi, sering muncul pertanyaaan bolehkah mendoakan keburukan untuk orang yang zalim? Mengutip NU Online, ternyata ada ruang dalam syariat untuk mendoakan keburukan bagi orang yang menzhalimi. Tapi ada batasan dan adabnya yang perlu dipahami agar doa itu tidak melampaui batas.

Imam Ibnu Katsir dalam tafsir QS. An-Nisa ayat 148 menjelaskan:

قال [ علي ] بن أبي طلحة عن ابن عباس : ( لا يحب الله الجهر بالسوء من القول ) يقول : لا يحب الله أن يدعو أحد على أحد إلا أن يكون مظلوما ، فإنه قد أرخص له أن يدعو على من ظلمه ، وذلك قوله : ( إلا من ظلم ) وإن صبر فهو خير له

Artinya: Ali bin Abi Talhah dari Ibn Abbas mengomentari terkait ayat: Allah tidak menyukai ucapan buruk secara terang-terangan itu maksudnya Allah tidak menyukai seseorang yang berdoa buruk atas orang lain kecuali dia dianiaya (terzalimi), sebab merupakan kebolehan baginya untuk mendoakan orang yang menzaliminya. Karena itu disebutkan “kecuali orang yang dizalimi” meskipun sabar adalah yang terbaik.

Dalam ayat di atas menjadi dasar bahwa orang yang dizalimi punya hak untuk mengungkapkan keluhannya, termasuk berdoa meminta keadilan atas kezhaliman yang menimpanya. Selain itu, dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: Takutlah terhadap doa orang yang terzalimi, sebab doa yang terzalimi mustajab (cepat terkabul) (HR. Malik).

Baca Juga: Kumpulan Doa Memohon Panjang Umur dan Banyak Harta

Batasan Dalam Mendoakan Orang yang Zalim

Bolehkah mendoakan keburukan untuk orang yang zalim

Bolehkah mendoakan keburukan untuk orang yang zalim? Jawabannya adlaah diperbolehkan, namun bukan berarti tanpa batasan. Ada garis yang tidak boleh dilewati agar doa tersebut tetap berada dalam koridor syariat.

  1. Doa harus setara dengan kezaliman yang diterima
  2. Tidak boleh mendoakan keburukan bagi orang yang sudah menyesal
  3. Lebih utama bersabar dan memaafkan

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat At-Taghabun ayat 14 yang artinya:

“Jika kalian memaafkan, berlapang dada, dan mengampuni, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At-Taghabun: 14)

Demikian penjelasan mengenai bolehkah mendoakan keburukan untuk orang yang zalim? Hal tersebut boleh dilakukan dengan batasan, namun memaafkan jadi amalan yang lebih mulia.

More
articles

Scroll to Top