5 Dalil tentang Memuliakan Anak Yatim dalam Al-Qur’an dan Hadis
dalil tentang memuliakan anak yatim

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

dalil tentang memuliakan anak yatim

Bulan Muharram identik dengan amalan menyantuni dan membahagiakan anak yatim. Hal ini bahkan langsung dicontohkan oleh baginda Rasulullah SAW. Lantas, apa saja dalil tentang memuliakan anak yatim yang ada dalam Al-Qur’an dan Hadis? Simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini.

Dalil Memuliakan Anak Yatim

dalil tentang memuliakan anak yatim

Ada banyak dalil tentang memuliakan anak yatim dan membahagiakannya yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis. Dalil-dalil ini menjadi pedoman utama bagi umat Islam untuk memuliakan anak yatim. Berikut ini beberapa dalilnya melansir berbagai sumber.

QS. Al-Baqarah ayat 220

فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْيَتٰمٰىۗ قُلْ اِصْلَاحٌ لَّهُمْ خَيْرٌ ۗ وَاِنْ تُخَالِطُوْهُمْ فَاِخْوَانُكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِ ۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَاَعْنَتَكُمْ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

Artinya: “Tentang dunia dan akhirat. Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik.” Jika kamu mempergauli mereka, mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Baca Juga: Lafal Sholawat Jibril: Banyak Manfaat bagi yang Mengamalkannya

QS. Ad-Dhuha ayat 9

Dalil tentang memuliakan anak yatim berikutnya terdapat dalam Al-Qur’an Surat Ad-Dhuha ayat 9 yang berbunyi:

فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ

Artinya: Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.

Baca Juga: Zakat Mal: Pengertian, Syarat, dan Tata Cara Membayarnya

QS. An-Nisa ayat 36

Dalil tentang memuliakan anak yatim

وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ

Artinya, “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, serta hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.”

Baca Juga: Belanja Bareng Yatim 2026: Satu Hari Bersama Penuh Suka Cita

Hadis Riwayat Abu Dawud

Salah satu dalil tentang memuliakan anak yatim juga terdapat dalam sebuah hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dawud yang berbunyi:

أنا وكافل اليتيم كهاتين في أجنة

Artinya, “Aku dan pengasuh anak yatim adalah seperti ini di surga (sembari menunjukkan dua jari yang ditempelkan).” (Tafsir Ibnu Katsir Juz VIII: 468)

Hadis ini menjelaskan tentang keutamaan orang yang senang menyantuni anak yatim posisinya di surga akan berada dekat dengan Rasulullah yang memang dikenal sangat menyayangi anak yatim.

Hadis Riwayat Tirmidzi

dalil tentang memuliakan anak yatim

قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ قَبَضَ يَتِيْمًامِنْ بَيْنِ مُسْلِمِيْنَ إِلَى طَعَامِهِ وَشَرَابِهِ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ الْبَتَّةَ اِلَّا أَنْ يَعْمَلَ ذَنْبًالَايُغْفَرُ.

Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa menjaga anak yatim di antara umat Islam sampai menjaga makannya, dan minumnya, maka Allah pasti bakal memasukan orang itu ke dalam surga. Kecuali orang itu berbuat dosa yang tidak bakal diampuni. (HR Tirmidzi).

Demikian sejumlah dalil tentang memuliakan anak yatim yang terdapat dalam Al-Qur’an dan hadis. Mumpung masih di bulan Muharram, kamu bisa ikut membahagiakan anak yatim dengan mendukung Semarak Yatim Bahagia 2026 UCare Indonesia di sini.

More
articles

Scroll to Top