Kondisi Gaza terkini menggambarkan berbagai hal yang sangat memperihatinkan. Selama lebih dari dua bulan, warga Gaza hidup dalam tekanan blokade total Israel yang menutup akses terhadap makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya. Situasi ini mendorong masyarakat sipil ke ambang keputusasaan.
Sejak 7 Oktober 2023, perang Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 52.365 warga Palestina dan melukai 117.905 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan daerah kantong itu. Kantor Media Pemerintah Gaza memperbarui korban jiwa menjadi lebih dari 61.700, dengan mengatakan ribuan orang yang hilang di bawah reruntuhan diduga telah tiada.
Hari ke-60 Tanpa Akses Pangan Layak

Menurut laporan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), ribuan warga terpaksa mengungsi dari rumah mereka setelah gencatan senjata sementara di bulan Januari. Namun, dengan pengungsian ini, banyak keluarga harus meninggalkan pasokan makanan yang sebelumnya mereka amankan.
Kini, roti – makanan pokok di Gaza – tidak lagi tersedia secara luas. Banyak toko roti tutup karena kekurangan bahan bakar, dan harga tepung melonjak drastis. Warga mencoba bertahan hidup dengan mencampur pasta yang dihancurkan dengan sedikit tepung untuk membuat roti darurat. Dalam beberapa keluarga, hanya satu potong roti yang bisa dibagikan untuk setiap anggota setiap hari.
Gaza Terkini: Anak-anak Mengantre untuk Sepiring Makanan

Pemandangan memilukan terlihat setiap hari di dapur umum Gaza selatan. Anak-anak kecil dengan wajah penuh harap menunggu makanan hangat dari lembaga amal. Makanan sederhana ini menjadi satu-satunya sumber nutrisi harian mereka.
Situasi semakin sulit karena sekitar 70% wilayah Gaza ditetapkan sebagai zona terlarang oleh militer Israel. Para petani tidak bisa mengakses ladang mereka, dan peternakan pun lumpuh. Ketergantungan terhadap bantuan kemanusiaan pun tak terhindarkan.
Baca juga: Unjuk Rasa Gencatan Senjata di Gaza, UCare Indonesia Perdana #AksiBerisik untuk Palestina!
Aksi Kemanusiaan Dibutuhkan untuk Bantu Gaza Terkini
Apa yang terjadi di Gaza terkini bukan hanya soal konflik geopolitik, tetapi tentang kemanusiaan. Tentang anak-anak yang kelaparan, ibu yang tak bisa mengobati anaknya, dan keluarga yang berjuang bertahan hidup dari hari ke hari.
Sebagai sesama manusia, kita bisa mengambil peran. Ulurkan bantuan dan kirimkan doa terbaik untuk saudara-saudara kita di Gaza.
Gaza terkini sedang krisis, banyak nyawa menjadi taruhan. Mari tetap suarakan kepedulian dan bantu saudara-saudara kita sekarang:
bantusesama.co/PeduliPalestina
bantusesama.co/PeduliPalestina
bantusesama.co/PeduliPalestina
sumber: https://www.aljazeera.com/news/liveblog/2025/4/30/live-israels-total-blockade-of-gaza-enters-60th-day


