Kurban atau Bayar Utang, Mana yang Harus Didahulukan? Ini Penjelasannya
kurban atau bayar utang

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

kurban atau bayar utang

Menjelang Idul Adha, umat Islam mulai mempersiapkan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Meski begitu, tak sedikit dari kita yang masih memiliki kewajiban berhutang. Lantas, mana yang harus didahulukan, kurban atau bayar utang?

Makna Kurban

kurban atau bayar utang

Sebelum mengetahui kurban atau bayar utang mana yang harus didahulukan, penting untuk mengetahui makna berkurban dalam Islam.

Kata Qurban berasal dari bahasa Arab yang artinya dekat. Kurban juga disebut sebagai al-udhhiyyah dan adh-dhahiyyah yang artinya binatang sembelihan, seperti unta, sapi, kerbau dan kambing pada Hari Raya Idul Adha dan hari-hari Tasyrik sebagai cara mendekatkan diri kepada Allah SWT. Allah SWT menjelaskan perintah berkurban dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surat Al-Kautsar ayat 2 yang berbunyi:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

Fa shalli lirabbika wan-har

Artinya: “Maka, laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!”

Umat Islam sudah mulai bisa menyembelih hewan kurban pada 10 hingga 13 Dzulhijjah.

Baca Juga: Doa agar Cepat Pergi Haji dan Umrah ke Tanah Suci yang Bisa Diamalkan Umat Islam

Bayar Utang atau Kurban Dulu?

kurban atau bayar utang

Mengenai pertanyaan kurban atau bayar utang, mana yang harus didahulukan, Ustadz Oni Sahroni menjelaskan panduannya. Terkait hal ini, berikut ini penjelasannya:

Saat Utang Telah Jatuh Tempo

Saat seseorang memiliki utang yang halal dan sudah jatuh tempo, maka membayar utang harus didahulukan. Misalnya, seorang debitur yang memiliki utang untuk angsuran rumah pertama. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadis Rasulullah SAW yang artinya:

“Menunda-nunda (pembayaran) yang dilakukan oleh orang mampu adalah suatu kezaliman,” (HR. Jamaah)

Baca Juga: Qurban Afrika 2026: Berbagi Keberkahan hingga Lintas Benua

Saat Utang Belum Jatuh Tempo

kurban atau bayar utang

Saat utangnya belum jatuh tempo, mana yang harus didahulukan, kurban atau bayar utang? Jawabannya adalah jika utangnya belum jatuh tempo (cicilan jangka panjang) dan memiliki rezeki lebih, maka diperbolekan untuk berkurban.

Saat Tidak Mampu Keduanya

Jika uangnya terbatas dan tidak mampu keduanya, yakni kurban atau bayar utang, maka gunakanlah uangnya untuk melunasi utang agar terlepas dari tanggungan. Jika utang sudah lunas, barulah berkurban di tahun berikutnya.

Baca Juga: Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 1447 H: Niat dan Keutamaannya

Saat Bisa Dilakukan Keduanya

kurban atau bayar utang

“Bayar utang dulu daripada berkurban” tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti atau menunda untuk membantu dan bersedekah. Saat bisa dilakukan keduanya dengan melipatgandakan kemampuan, maka itu menjadi keutamaan.

Demikian penjelasan mengenai kurban atau bayar utang dulu, mana yang harus didahulukan? Semoga Allah SWT melapangkan rezeki kita untuk bisa melunasi utang dan menunaikan kurban sebagai wujud taat seorang hamba kepada Tuhannya. Bagi kamu yang ingin berkurban dengan mudah, aman, dan terpercaya, kamu bisa berkurban melalui UCare Indonesia.

Informasi dan pemesanan: https://wa.me/6281189999141

More
articles

Scroll to Top