Meski tidak hidup pada zamannya, namun karena segala cinta dan pengorbanannya beliau terus dikenal dan diingat sepanjang masa oleh para umatnya. Benar, beliau adalah Nabi Muhammad SAW, insan paling agung di atas bumi Allah SWT. Jika ditanya siapa yang paling berjasa untuk islam? Maka Rasulullah SAW adalah jawabannya. Selain karena hidayah dan taufiq dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena perjuangan dan perjalanan beliaulah akhirnya kita bisa merasakan manisnya agama islam.
Pada hari ini, 19 Oktober 2021 M/12 Rabiul Awal 1443 H kita tengah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Manusia agung, Penutup para Nabi, utusan sekaligus kekasih Allah SWT. Beberapa tahun silam, Rasulullah lahir dari rahim seorang ibu bernama Aminah dan memiliki ayah bernama Abdulullah. Lahir di Mekkah pada tahun Gajah.
Saat Nabi Muhammad SAW masih dalam kandungan, ayah beliau wafat. Kemudian saat lahir, Abdul Muttolib kakeknya memberikan Nabi nama Muhammad. Kemudian Halimah Sa’diyah membawa Rasulullah ke perkampungan Bani Sa’ad untuk disusukan. Dan sebelum Nabi SAW genap berumur enam tahun, ibunda Rasulullah meninggal dunia.
Dibesarkan oleh kakeknya yaitu Abdul Muttolib sampai berumur delapan tahun, kemudian diasuh oleh Abu Thalib sang paman beliau pun mulai menjadi penggembala kambing untuk membantu meringankan beban sang paman. Hingga kemudian beliau tumbuh menjadi remaja yang aktif dalam kegiatan sosial sampai pada akhirnya sibuk berdagang. Dari sanalah akhirnya bertemu dengan Khodijah, yang mana kemudian Rasulullah jadikan istri dengan mahar sebanyak 20 ekor unta muda.
Dibesarkan dan tinggal bersama orang-orang shaleh/ah membuat pribadi Rasulullah tumbuh menjadi seorang yang memiliki akhlak yang mulia. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman yang artinya:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)
Akhlak Nabi baik sebagai anggota masyarakat atau pemimpin, beliau tidak pernah lupa untuk menyampaikan segala sesuatu dengan ucapan yang lembut (tidak pernah kasar), hati-hati dalam berbicara karena takut nanti menyinggung perasaan orang, kalau Nabi meminta beliau tegas tidak perlu menimbangkan pertimbangan orang-orang banyak, dan setiap ucapan dipikirkan matang-matang.
Baca berita lainnya: 4 Sifat Wajib Rasul yang Perlu Diteladani
Dari perkataan maupun perbuatan, beliau telah mencontohkan akhlak yang sangat mulia dan baik. Sebagai penutup para Rasul, bahkan beliau terus mengucapkan dan mengingat “ummati.. ummatii.. ummatii…” senantiasa menyebut dan memikirkan hamba-hambaNya di akhir hayatnya. Demikian besar rasa cintanya Rasulullah SAW kepada ummatnya.

Ini adalah satu pelajaran penting untuk kita, bagaimana pentingnya mencintai sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW untuk mencapai ridhonya Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Mari tingkatkan rasa cinta sekaligus mahabbah kita kepada Rasulullah, melalui 4 hal berikut:
- Perbanyak baca shalawat
- Laksanakan perintahnya dan jauhkan larangannya
- Syiarkan agama islam, agama nabi kita, sekaligus kita membela agama yang kita cintai
- Ikuti Al-Qur’an dan Al-hadits
Jika itu semua dilaksanakan, maka tidak hanya wujud cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW tapi juga menjadi jalan keberuntungan di dunia dan di akhirat.
Keluarga Besar UCare Indonesia Mengucapkan
Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
Mari meneladani akhlak Nabi SAW sebagai wujud cinta seorang muslim sejati





