
Bekasi – LAZ UCare Indonesia mengadakan pelatihan daur ulang organik dengan tema “Pembuatan Kertas dan Inovasi Kreatif.” Kegiatan yang resmi dibuka pada Selasa (25/11/2025) akan berlangsung selama tiga hari hingga 28 November di Saung Pemberdayaan UCare Indonesia, Bekasi.
Upaya Mengedukasi Masyarakat agar Peduli Lingkungan

Pelatihan daur ulang kali ini diikuti oleh sembilan orang peserta. Kegiatan diawali dengan sambutan dan pengantar dari pimpinan UCare Indonesia.
Dalam sambutannya, pimpinan Ucare Indonesia menyampaikan pentingnya kegiatan pelatihan ini sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dan kontribusi nyata terhadap isu lingkungan.
Baca Juga: Hari Guru Nasional 2025: Apresiasi untuk Para Pahlawan Pendidikan di Pelosok Pesisir Muara Gembong
Materi Dipandu Narasumber yang Kompeten

Setelah sesi pembukaan, kegiatan pelatihan daur ulang dilanjutkan dengan penyampaian materi dan praktik yang dipandu oleh narasumber atau trainer yang berkompeten. Materi teori yang disampaikan antara lain:
Isu Lingkungan dan Perubahan Iklim Global
Trainer pelatihan daur ulang organik memaparkan kondisi terkini isu lingkungan, dampaknya terhadap kehidupan, serta urgensi peran aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Jenis Sampah Organik yang Bisa Digunakan untuk Membuat Kertas
Peserta diperkenalkan pada berbagai jenis bahan organik. Selain kertas bekas berpotensi diolah menjadi bahan baku pembuatan kertas daur ulang. Ada pula bahan lainnya, seperti pelepah pisang, daun nanas, eceng gondok, dan tumbuhan lain yg memiliki serat tidak kaku.
Baca Juga: Kumpulan Doa Hari Guru Nasional 2025 yang Penuh Makna
Praktik Langsung dari Bahan Baku Kertas Bekas

Pelatihan daur ulang organik ini semakin lengkap dengan praktik langsung pembuatan kertas daur ulang dari bahan baku kertas bekas.
Sesi inti hari pertama berfokus pada praktik pembuatan kertas daur ulang. Peserta secara langsung mempraktikkan tahapan demi tahapan yang diajarkan oleh trainer, meliputi:
1. Persiapan Bahan: Pemotongan kertas bekas menjadi bagian-bagian kecil.
2. Perendaman dan Penirisan: Kertas yang telah dipotong direndam dalam air selama kurang lebih 30 menit, kemudian ditiriskan.
3. Proses Penghancuran (Blender): Kertas yang sudah ditiriskan diblender dengan penambahan air selama kurang lebih 3 menit hingga teksturnya hancur dan menjadi bubur kertas.
4. Pencampuran Perekat Awal: Menambahkan satu sendok lem Fox yang telah dicairkan ke dalam blender, lalu diaduk hingga tercampur rata.
5. Pengadukan Akhir di Bak Air: Bubur kertas dimasukkan ke dalam bak air. Kemudian, sisa lem yang sudah dihaluskan di blender ditambahkan ke dalam bak, dan campuran diaduk hingga rata.
6. Pembersihan Busa: Membuang atau mengangkat busa yang muncul di permukaan campuran, karena busa dapat mengakibatkan hasil cetakan kertas berongga, bolong, atau berpori.
7. Pencetakan dan Penjemuran: Sebelum mencetak, campuran dalam bak diaduk kembali secara perlahan. Proses pencetakan dilakukan menggunakan screen dan rakel. Setelah bubur kertas tersebar rata pada screen, screen diangkat dan hasil cetakan dijemur di tempat yang terik.
Baca Juga: Ayo Ikutan Webinar Spesial Keluarga: Kolaborasi Ayah & Ibu dalam Membersamai Buah Hati
Progres yang Memuaskan sejak Hari Pertama

Peserta pelatihan daur ulang organik mendapatkan catatan dan progres yang sangat memuaskan dari trainer bahkan sejak hari pertama.
Trainer berharap para ibu peserta pelatihan daur ulang organik agar bisa konsisten dan semangat dalam setiap tahapan praktik. Trainer juga menyampaikan capaian yang baik peserta lantaran cepat dalam memahami setiap proses yang disampaikan.


