
Shalat rawatib adalah shalat sunah pengiring yang dikerjakan sebelum dan sesudah shalat wajib lima waktu. Shalat ini berfungsi sebagai pelengkap kekurangan shalat fardu dan memiliki banyak keutamaan. Simak penjelasan mengenai shalat rawatib lengkap dengan niat, tata cara, dan keutamaannya.
Dalil Mengenai Shalat Rawatib


Shalat rawatib yang disunahkan bagi umat Islam terdapat 12 rakaat sholat sunah. Sholat ini terbagi menjadi sebelum (qobliyah) dan ba’diyah (sesudah) sholat fardu. Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda:
“Jika seorang hamba Allah Swt shalat 12 rakaat (sunnah) setiap hari, sebelum dan setelah shalat wajib, maka Allah Swt akan membangunkannya sebuah rumah di surga atau rumah akan dibangun untuknya di surga,” (HR Muslim).
Adapun pembagian sholat rawatib adalah sebagai berikut:
- Rawatib Muakkad (sangat dianjurkan) yaitu:
– 2 rakaat sebelum Subuh
– 2 atau 4 rakaat sebelum Dzuhur
– 2 rakaat sesudah Dzuhur
– 2 rakaat sesudah Maghrib
– 2 rakaat sesudah Isya
- Rawatib Ghairu Muakkad yaitu:
– 2 rakaat sesudah Dzuhur (tambahan dari yang muakkad)
– 4 rakaat sebelum Ashar (dikerjakan dengan dua kali salam)
– 2 rakaat sebelum Maghrib
– 2 rakaat sebelum Isya
Baca Juga: Doa Nabi Sulaiman untuk Rezeki dan Urusan yang Lancar: Arab, Latin, dan Artinya
Niat Shalat Rawatib


Berikut ini niat sholat rawatib melansir laman Majelis Ulama Indonesia (MUI):
a. Rawatib Dzuhur
أُصَلِّي سُنَّةَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ / رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً / بَعْدِيَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya sholat sunnah qabliyah/ba’diyah zuhur empat rakaat/dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
b. Rawatib Ashar
أُصَلِّي سُنَّةَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ / رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya shalat sunnah qabliyah ashar empat rakaat/dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
c. Rawatib Maghrib
أُصَلِّي سُنَّةَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً / بَعْدِيَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya shalat sunnah qabliyah/ba’diyah maghrib dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
d. Rawatib Isya
أُصَلِّي سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً / بَعْدِيَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya shalat sunnah qabliyah/ba’diyah isya’ dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
e. Rawatib Subuh
أُصَلِّي سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya shalat sunah qabliyah subuh dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Baca Juga: Nisab Zakat Mal 2026, Pengertian, dan Cara Menghitungnya
Tata Cara Shalat Rawatib


Berikut ini tata cara sholat rawatib yang dapat diamalkan. Umumnya sama seperti sholat sunah lainnya:
- Niat dalam hati dan takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Membaca Surat Al-Fatihah
- Melafalkan surat-surat Al-Qur’an
- Rukuk
- I’tidal (bangkit dari rukuk)
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua.
- Bangkit dari sujud untuk melanjutkan rakaat berikutnya), dengan membaca Surat Al-Fatihah hingga melakukan sujud kedua seperti urutan di atas.
- Tasyahud awal (pada rakaat kedua dalam sholat empat rakaat), dengan duduk dan membaca doa tertentu. Bila hanya mengerjakan sholat dua rakaat, maka tidak perlu tasyahud awal.
- Tasyahud akhir
- Salam
Baca Juga: 5 Keutamaan Sedekah Subuh dan Niatnya Lengkap dengan Arti
Keutamaan Shalat Rawatib


Setelah mengetahui dalil, niat, dan tata cara sholat rawatib, penting untuk mengetahui keutamaanya. Di antaranya adalah:
- Rutin mengerjakan sholat ini niscaya akan dibangunkan istana di surga
- Shalat dua rakaat sebelyum subuh lebih baik dari dunia dan seisinya
- Menjaga empat rakaat sebelum dan sesudah Zhuhur mengharamkan pelakunya dari siksa api neraka.
Demikian penjelasan mengenai shalat rawatib lengkap dengan niat, tata cara, dan keutamaannya. Semoga dapat menjadi motivasi untuk kita lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.



