Tangisan Umar bin Abdul Aziz Ketika Jadi Pemimpin

Date

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Umar Bin Abdul Aziz ketika namanya disebut-sebut akan menjadi khalifah ia sangat takut hingga menangis.

“Jangan sebut-sebut nama saya, katakan bahwa saya tidak menyukainya. Dan jika tidak ada yang menyebut namanya, maka katakan, jangan mengingatkan nama saya,” ujar Umar bin Abdul Aziz.

Saat diumumkan di depan publik namanya disebut sebagai pengganti, seluruh hadirin pun serentak menyatakan persetujuannya. Tapi tidak dengan Umar. Sang Khalifah menangis terisak-isak. Ia memasukkan kepalanya ke dalam dua lututnya dan menangis sesunggukan.

“Demi Allah, ini sama sekali bukanlah atas permintaanku, baik secara rahasia ataupun terang-terangan,” ujar cicit dari Khulafaur Rasyidin kedua Umar bin Khattab ini.

Dalam pidatonya, Umar Bin Abdul Aziz mengungkapkan bahwa ia bukanlah lelaki terbaik di antara laki-laki di zamannya.

“Ketahuilah! Aku bukanlah orang yang terbaik di antara kalian, aku hanyalah seorang laki-laki bagian dari kalian, hanya saja Allah Subhanahu wa Ta’ala memberiku beban yang lebih berat dibanding kalian.” kata Umar.

Umar mengingatkan kepada rakyatnya untuk terus bertawakal kepada Alloh dan selalu beramal untuk akhirat, karena niscaya Allah juga akan mencukupkan kehidupan dunianya.

“Sesungguhnya umat ini tidak berselisih tentang Tuhannya, tidak tentang Nabinya, tidak tentang kitabnya, akan tetapi umat ini berselisih karena dinar dan dirham. Sesungguhnya aku, demi Allah, tidak akan memberikan yang batil kepada seseorang dan tidak akan menghalangi hak seseorang,” lanjutnya.

Ia menerangkan seorang pemimpin yang taat kepada Allah, maka ia wajib ditaati. Namun, seorang pemimpin mendurhakai perintah Allah, maka tidak ada alasan rakyak menaatinya.

“Taatilah aku selama aku (memerintahkan untuk) menaati Allah. Namun jika perintahku mendurhakai-Nya, maka kalian tidak boleh taat dalam hal itu,” ujarnya sebelum mengakhiri pidato.

Di masa Khalifah Umar Bin Abdul Aziz, tidak ada orang yang menerima zakat lagi. Para amil ketika itu membuka pintu-pintu rumah, menolak untuk menerima zakat. Mereka mengatakan, “cari orang yang paling membutuhkan”.

More
articles

Kontak Kami

Jl. Rajawali Raya No.73 RT.009/RW.002, Kel. Kayuringin Jaya, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat 17144

+62-822-2333-9773

(021) 88960316