UCare Indonesia Gelar Tarhib Ramadhan 1446H untuk Amil: Menyucikan Hati, Meningkatkan Kualitas Diri
Tarhib Ramadhan

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Bekasi, 27 Februari 2025 – Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan, Lembaga Amil Zakat (LAZ) UCare Indonesia menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan sebagai bentuk persiapan spiritual bagi para amil. Acara ini berlangsung pada Kamis, 27 Februari 2025, bertempat di Masjid Al-Mubarok, yang juga menjadi kantor pusat LAZ UCare Indonesia.

Tema Tarhib Ramadhan 1446H UCare Indonesia: Menyucikan Hati, Meningkatkan Kualitas Diri

Tarhib Ramadhan kali ini mengusung tema “Ramadhan Sarana Tazkiyatun Nafs: Menyucikan Hati, Meningkatkan Kualitas Diri” dengan menghadirkan pembicara Ustadz Drs. DH Al Yusni, M.A. Dalam kajiannya, beliau menekankan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai momentum penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) agar setiap amil bisa semakin optimal dalam menjalankan tugasnya melayani umat.

Persiapan Menyambut Bulan Penuh Berkah

Foto: Kajian Tarhib Ramadhan untuk Para Amil UCare Indonesia di Masjid Al Mubarok

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh amil UCare Indonesia sebagai bagian dari pembekalan dalam menyambut Ramadhan dengan penuh kesiapan. Para peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang keutamaan bulan suci serta bagaimana cara meningkatkan kualitas ibadah dan amal sosial selama Ramadhan.

Menguatkan Peran Amil dalam Pelayanan Umat

Tarhib Ramadhan
Foto: Kajian Tarhib Ramadhan untuk Para Amil UCare Indonesia di Masjid Al Mubarok

Selain kajian keislaman, Tarhib Ramadhan juga menjadi wadah untuk memperkuat peran amil sebagai pelayan umat. Sebagai garda terdepan dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), amil diharapkan mampu memberikan layanan terbaik bagi para donatur maupun mustahik. Dengan hati yang bersih dan niat yang lurus, diharapkan program-program kebaikan UCare Indonesia dapat berjalan lebih optimal selama Ramadhan.

Resume Tarhib Ramadhan

Foto: Kajian Tarhib Ramadhan untuk Para Amil UCare Indonesia di Masjid Al Mubarok

Tarhib Ramadhan menyambut datangnya bulan Ramadhan, merupakan hal yang sangat dinanti dan dirindukan orang beriman. Bahkan orang-orang sholeh menantikan Ramadan, 6 bulan sebelum datangnya Ramadhan. Momentum ini sangat istimewa, ini pula yg menjadikan umat Nabi Muhammad SAW menyamai amalan umat-umat Nabi terdahulu.

Umat terdahulu Allah SWT anugerahkan usia panjang, sehingga mereka bisa melaksanakan aktivitas ibadah sepanjang usia. Ada yang ratusan tahun, ribuan tahun.

Ramadhan, momentum menyamakan volume amal umat terdahulu dengan umat Rasulullah SAW, Allah karuniakan Ramadhan.

Karena Ramadan banyak keistimewaannya, diantaranya:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu’alai wa sallam bersabda, “Allah berfirman, ‘Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari Muslim)

Siapa yang berpuasa karena Allah, maka Allah SWT yang akan membalasnya. Balasan nya unlimited bagi orang yang berpuasa.

Di Ramadan pula ada Lailatul Qadar, Khairun min alfi syahr. Lebih baik dari seribu bulan. Karena itu kita perlu betul-betul memaksimalkan momentum Ramadhan ini.

Ini bukanlah momentum melakukan keburukan. Oleh karena itu dari Ramadhan ini adalah momentum mengembalikan vitalitas dan kualitas ibadah kita.

Karena ruhaniyah kita mengalami pasang surut. Sehingga orang-orang yang beriman merasakan telaga yang sangat menyegarkan dengan adanya Ramadan itu.

Mensucikan diri dalam perspektif orang beriman adalah keharusan. Karena Risalah Rasulullah adalah wayuzaakihim, mensucikan diri. Diantaranya lewat momentum Ramadhan. Karena itu perlu kita kuatkan dengan niat untuk mendapatkan tujuan besar menjadi orang bertakwa.

Orang bertakwa adalah orang yang memiliki sinyal ketuhanan. Pada umat manusia, itu adalah sinyal yang kita butuhkan agar bisa terbimbing dan terselamatkan dari bujuk rayu muslihat nafsu kita. Sehingga orang beriman dengan hatinya cukup diberi nasihat.

Di kisahkan bahwa Umar bin Khatthab Radhiyallahu anhu pernah bertanya kepada Ubay bin Ka’ab tentang takwa. Ubay bin Ka’ab Radhiyallahu anhu menjawab, ”Pernahkan Anda melewati jalan yang penuh dengan duri ?” Umar Radhiyallahu anhu menjawab, “Pernah.” Ubay bertanya,”Lalu apa yang Anda lakukan ?” Umar menjawab, “Aku singsingkan lengan bajuku dan berhati-hati dalam melewatinya.”

Begitulah sesungguhnya makna takwa pada saat aktivitas kehidupan banyak tipu muslihat di kiri kanan, yang menyelamatkan kita adalah hubungan kita kepada Allah SWT.

Baca juga: Penuh Kebaikan! 3 Doa Menyambut Bulan Ramadhan yang Diajarkan Rasulullah SAW

Ramadhan: Bulan Berbagi

tarhib ramadhan

Ramadhan merupakan bulan penuh berkah yang menjadi momentum terbaik untuk meningkatkan amal kebaikan. UCare Indonesia mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam berbagai program kebaikan seperti Santunan Guru, Peduli Palestina, Tebar Paket Buka Puasa, Sedekah Al-Qur’an, Sedekah Yatim, dan Parsel Lebaran untuk Dhuafa. Dengan berbagi, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga menyucikan hati dan meningkatkan kualitas diri.

More
articles

Scroll to Top