World Zakat Forum dihadiri oleh 300 tokoh perwakilan lembaga zakat dari 33 negara di dunia.

Mereka akan membahas terobosan baru dalam zakat. Salah lembaga zakat itu adalah Ukhuwah Care Indonesia yang sejak Senin, malam (4/11/2019) sudah berada di Crown Plaza, Bandung, tempat berlangsungnya acara World Zakat Forum 2019.

Ketua Yayasan LAZ Ukhuwah Care Indonesia Muhammad Anwar mengatakan bahwa World Zakat Forum sebagai ajang silaturrahim pengelola
zakat sedunia.

“Sekaligus menyambut era 4.0 yang digitalisasi, tentu banyak hal yang dapat dikembangkan di World Zakat Forum,” katanya.

Menurutnya setiap lembaga amil zakat di dunia memiliki keunikan masing-masing.

“Sebagaimana sambutan Wakil Presiden Indonesia, KH. Ma’ruf Amin, bahwa penghimpunan dan pendistribusian zakat harus dikembangkan dan ditingkatkan karena akan menimbulkan kontribusi peningkatan taraf hidup masyarakat khususnya masyarakat miskin,” kata lulusan sarjana hukum ini.

Sehingga kehadiran Ukhuwah Care Indonesia di World Zakat Forum sangat memberikan arti yang sangat penting bagi sebuah lembaga zakat.

“Yaitu untuk kontribusi kesejahteraan bagi masyarakat miskin di kota bekasi,” tambahnya.

Bertemunya dengan pengelola zakat di dunia juga menjadikan saling beebagi ide dan gagasan bagimana mengembangkan zakat di era digitalisasi.

“Apalagi Indonesia diperkirakan potensi zakat yang bisa dikelola sangat besar, yakni Rp230 triliun. Dari potensi yang sangat besar tersebut, baru 3,5% atau sekitar Rp8 triliun yang bisa dikelola. Artinya, masih sangat besar potensi zakat yang belum terkelola,” katanya.

Diketahui, lembaga zakat di dunia yang ikut adalah Bangladesh, Bahrain, Bosnia-Herzegovina, Brunei Darussalam, Mesir, India, Indonesia, Yordania, Kuwait, Malaysia, Maroko, Nigeria, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Afrika Selatan, Sudan, Uganda, Amerika, Inggris, Turki, Vietnam, Australia, Srilanka, Kazakhstan, Ghana, Maladewa, Senegal, Liberia, Togo, Benin, Sierra Leon, serta Maladewa.

Bagikan Informasi
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •