
Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengisi hari libur adalah olahraga. Rasulullah SAW juga menganjurkan kita untuk menjadi Muslim yang tanggung dengan rutin berolahraga. Lantas, apa olahraga favorit Rasulullah SAW? Simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini.
Olahraga dalam Pandangan Islam


Sebelum mengetahui olahraga favorit Rasulullah, penting untuk memahami hakikat olahraga dalam pandangan Islam.
Mengutip buku “Kehidupan Sehari-hari Seorang Muslim” karya Dr. Dadang Subarna, M.Sc., olahraga dinilai sebagai salah satu ikhtiar meraih tubuh yang sehat seorang Muslim. Pasalnya, tubuh yang sehat merupakan modal untuk melakukan ibadah secara sempurna, seperti sholat, puasa, dan haji, semuanya membutuhkan fisik yang prima.
Jika diniatkan untuk menjaga kesehatan agar lebih kuat beribadah, maka olahraga menjadi ibadah itu sendiri dan termasuk amal saleh yang bernilai pahala di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang aktif secara fisik. Berikut ini sejumlah olahraga favorit Rasulullah.
Baca Juga: Benarkah Sedekah Bisa Menghapus Dosa? Ini Penjelasannya
Berkuda
Rasulullah disebut mahir menunggang kuda. Rasul menyerukan agar generasi muda pada masa itu mahir berkuda. Kemahiran berkuda merupakan kemampuan dasar yang mesti dimiliki pria ketika itu. Selain untuk berburu, ketangkasan berkuda adalah penopang penting dalam peperangan.
Baca Juga: Kisah Utsman bin Affan, Sahabat Rasulullah SAW yang Dermawan
Berenang


Olahraga favorit Rasulullah SAW selanjutnya adalah berenang. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah bahkan menganjurkan para orang tua untuk mengajarkan renang kepada anak-anaknya.
“Ajarkan anak-anak kalian berenang, memanah, dan berkuda.” (HR. Al Baihaqi)
Baca Juga: 5 Amalan Sebelum Tidur Sesuai Anjuran Rasulullah SAW
Memanah


Memanah termasuk salah satu olahraga favorit Rasulullah SAW. Rasulullah sendiri merupakan pemanah dan memiliki tiga busur. Sahabat Sa’ad bin Abi Waqas juga dikenal sebagai pemanah andal.
Itulah ragam olahraga favorit Rasulullah SAW. Kita bisa melakukan salah satunya sebagai ikhtiar meraih kesehatan dan mengikuti sunah Nabi yang bernilai ibadah di sisi Allah SWT.




