5 Kebaikan yang Diperoleh Lewat Menyantuni Anak Yatim

Date

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Ada banyak anak yatim-yatim yang harus mendapatkan perhatian. Kata yatim sendiri sering disebutkan berulang-ulang dalam Al-Qur’an. Secara tak langsung, Allah menekankan kepada kita untuk memperhatikan kehidupan mereka yang sedari kecil ditinggalkan sosok ayahnya. Perhatian bisa diberikan dengan membantu biaya hidup, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya. Karena mereka adalah anak-anak yang memiliki kemuliaan dan keistimewaan dalam agama.

Tentunya ada kemaslahatan dan kebaikan yang akan didapatkan bagi mereka yang memuliakan dan mengasihi anak yatim. Apa saja kah di antaranya?

Dikutip dalam buku berjudul ‘Dahsyatnya Doa Anak Yatim’ oleh M. Khallurrahman Al Mahfani tentang keutamaan mencintai anak yatim:

1. Berpeluang Berdekatan dengan Rasulullah SAW di Surga

Siapa yang tidak ingin masuk surga? Tentu setiap musli pasti menginginkannya. Kabar gembiranya, bagi mereka yang semasa hidupnya memelihara anak yatim, maka dalam hadist Nabi akan berdekatan dengan Rasulullah SAW di surga, seperti dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah.

Rasulullah SAW bersabda, artinya: “Saya dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga begini,” kemudian beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkannya sedikit.” (HR. Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa’d). (Lihat Shahih Bukhari, Kitab Ath-Thalaq: 4892. Sunan Tirmidzi, Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah’an Rasulillah: 1841. Sunan Abi Daud, Kitab Al-Adab:4483).

2. Pengasuh Anak Yatim Dijamin Masuk Surga

Kendatipun tidak menjadi teman Rasulullah di surga, namun tetap ada jaminan bagi mereka yang mengasuh dan memelihara anak yatim akan masuk surga. Tentu ini keberkahan atas kebaikan yang dilakukan mereka semasa hidupnya.

Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas). (Lihat Sunan Tirmidzi, Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah’an Rasulillah: 1840).

3. Memperoleh Predikat Abror (Saleh atau Taat Kepada Allah)

Dalam pengertiannya ‘abror’ bermakna orang yang sholeh atau taat pada Allah SWT. Mereka yang menyantuni anak yatim termasuk ke dalam golongan ‘abror’ sebab dinilai memiliki perhatian dan simpati kepada anak yatim sekaligus wujud taat terhadap perintah Allah SWT.

“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan (abror) minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. Yaitu mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.” (QS. Al-Insan: 5-6).

4. Mendapatkan Pertolongan dari Allah SWT

Apa yang kita tanam, itulah yang akan dituai. Bagi orang yang semasa hidupnya berbagi kepedulian terhadap anak-anak yatim, maka kelak orang tersebut juga akan mendatangkan pertolongan Allah SWT.

“Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan orang mukmin di dunia maka Allah akan menghilangkan kesusahannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang meringankan kesulitan orang mukmin di dunia maka Allah akan meringankan kesulitannya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib orang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di akhirat. Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya. (HR. Muslim dan Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah). (Lihat Shahih Bukhari, Kitab Al-Adab: 5557).

5. Menjauhkan Diri dari Siksa Akhirat

Mengasuh, menyantuni, dan memelihara anak yatim merupakan anjuran yang Allah tegaskan dalam Al-Qur’an. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman:

“Demi Yang Mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya. (HR. Thabrani dari Abu Hurairah). (Imam Ath-Thabrani, Al-Mu’jam Al-Ausath, VIII/346. Hadist no. 8828).

Melalui kebaikan dengan mengasihi anak yatim InsyaAllah akan banyak kebaikan juga yang lahir bagi mereka yang memuliakan yatim. Ingin berbagi dalam Semarak Yatim Bahagia? Yuk, donasi disini.

More
articles