Ajaran Memuliakan Yatim Bagian dari Misi Kemanusiaan
memuliakan yatim

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Adalah memuliakan yatim merupakan ajaran agama yang mengandung nilai sosial serta misi kemanusiaan.

Memuliakan yatim merupakan nilai kemanusiaan yang mendasar dalam ajaran agama dan norma sosial. Anak yatim ialah individu yang telah kehilangan sosok bapak dalam hidupnya, sehingga secara emosional dan materiil, mereka (para yatim) berada dalam keadaan yang rentan dan memerlukan dukungan dari masyarakat sekitar. Dalam Islam, memuliakan yatim dinilai sebagai akhlak terpuji yang sangat baik karena tidak hanya mulia di sisi Allah, namun juga berharga di tengah Masyarakat apalagi di hati anak-anak yatim.

Dalil-dalil Tentang Memuliakan Yatim dalam Islam

memuliakan yatim

Dalam agama Islam, memuliakan yatim dianggap sebagai amalan yang mulia bahkan berkali-kali perintahnya dimuat secara tega baik  dalam Al-Quran dan Hadis. Beberapa ayat dan hadis yang menggambarkan pentingnya memuliakan yatim di antaranya adalah:

  1. Al-Quran, Surah Adz-Dzariyat (51): Ayat 19

“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.”

Ayat ini mengingatkan umat Islam untuk memberikan bagian dari hartanya kepada orang miskin dan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sekaligus untuk menyalurkan apa-apa yang menjadi hak-hak mereka.

  1. Al-Quran, Surah Al-Balad (90): Ayat 12-16

” Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu? (yaitu) melepaskan perbudakan (hamba sahaya), atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir.”

Maka hendaklah bagi setiap orang yang dikaruniakan oleh Allah kepadanya harta yang lebih, agar lebih meringankan tangan untuk memperhatikan keadaan anak-anak yatim muslim dari kerabatnya, kemudian kepada anak-anak yatim muslim lainnya. (Tafsir Juz ‘Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah)

  1. Hadis Riwayat Al-Bukhari dan Muslim

Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim berada seperti dua orang ini di surga.” Lalu, beliau mengisyaratkan jari-jarinya yang menunjukkan jari telunjuk dan tengah yang terpisah.

Dalam hadis ini, Nabi Muhammad ﷺ menekankan bahwa orang yang merawat dan memberikan perlindungan kepada anak yatim akan mendapatkan keistimewaan berupa tempat yang tinggi di surga.

Baca juga: Dahsyatnya Pahala Dibalik Menyantuni Anak Yatim  

Memuliakan Yatim dari Perspektif Sosial

memuliakan yatim

Selain dari sisi agama, memuliakan yatim juga memiliki peran penting dalam konteks sosial dan kemanusiaan. Dalam keseharian bagi masyarakat yang peduli dan memuliakan anak yatim artinya mencerminkan kepedulian dan solidaritas tinggi terhadap sesama yang membutuhkan. Tindakan nyata memang diperlukan, seperti memberikan bantuan materiil, bimbingan, dan kasih sayang yang itu semua teramat dibutuhkan dalam hidup anak yatim  agar mereka merasa dicintai dan diakui oleh Masyarakat di sekitarnya.

Memuliakan Yatim Bagian dari Menjalankan Misi Kemanusiaan

memuliakan yatim

Memuliakan yatim adalah panggilan untuk menjalankan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kasih sayang. Ketika setiap individu dan masyarakat secara kolektif berpartisipasi dalam upaya membantu anak yatim, dunia akan menjadi tempat yang lebih baik dan berdaya untuk semua anak-anak, tanpa pandang bulu.

Muharram ini, UCare kembali mengadakan program Semarak Yatim Bahagia sebagai wujud memuliakan yatim, memperhatikan dan jalan untuk menyenangkan hatinya. Bagi sahabat darmacare yang ingin menginfakkan sebagian rezekinya dapat disalurkan melalui https://bantusesama.co/SedekahYatim

More
articles