Edukasi Tentang Zakat Profesi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi

Date

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Ambillah shodaqoh (zakat) dari sebagian harta mereka, dengannya kamu membersihkan  dan mensucikan mereka dan berdoalah (Kepada Allah) untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman bagi jiwa mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah Ayat 103)

  1. Bahwa untuk menentukan kadar/nishab dan besaran zakat profesi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi memandang perlu untuk mengeluarkan fatwa syar’i sebagai acuan BAZNAS Kota Bekasi dalam amaliah zakat profesi berdasarkan tinjauan Qur’an, Hadits, Ijma’ dan Qiyas.
  • Secara syar’i 85 gram emas menjadi ketentuan dalam kadar nishab kewajiban mengeluarkan zakat profesi (penghasilan) dianalogikan dengan zakat perdagangan (tijarah) dan dianalogikan dengan zakat pertanian (zira’ah) dalam hal waktu pengeluaran zakat pada setiap bulan  penghasilan bagi individu muslim dan muslimat dengan menyesuaikan harga emas yang sedang berlaku di pasaran.
  • Mengamati harga emas 24 karat yang sedang berlaku di pasaran saat ini berkisar antara Rp. 594.000,- hingga Rp. 600.000,- per gram  maka kadar/nishab zakat profesi saat ini menyesuaikan, yaitu 2,5% dari 85 gram emas =Rp. 594.000 x 85 gram emas = 50.490.000 x 2,5% = Rp. 1.262.250,- (kewajiban zakat dalam satu tahun) dibagi 12 bulan = Rp. 105. 187,- (kewajiban zakat dalam satu bulan) bisa dibulatkan menjadi Rp. 110.000,- per muzakki.

Demikian fatwa syar’i ini dikeluarkan sebagai ketetapan dalam memberlakukan pengeluaran zakat profesi oleh para muzakki di Kota Bekasi melalui BAZNAS Kota Bekasi.

Sumber: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi

More
articles