
Nama Gen Burgeract belakangan ramai dibicarakan warganet, terutama di Kota dan Kabupaten Bekasi. Bermula dari unggahan sederhana di akun Instagram @genburgeract, kelompok anak muda ini menunjukkan bahwa kepedulian tidak selalu harus menunggu program besar atau anggaran pemerintah.
Cukup dengan kemauan, waktu luang sepulang kerja, dan sedikit patungan, mereka bergerak membenahi apa yang selama ini luput dari perhatian.
Siapa Gen Burgeract?


Gen Burgeract atau Generasi Burgeract adalah komunitas beranggotakan lima anak muda Bekasi, yaitu Geraldi Weimy, Jaka Prasetiyo, Syafi’i Maarif Al-Hafiz, Ilham Haristianto, dan Cornelia Agustine.
Nama “Burgeract” dipilih bukan tanpa makna. Menurut salah satu anggotanya, nama itu terinspirasi dari burger yang melambangkan lapisan-lapisan elemen berbeda yang saling menopang, sebagaimana mereka menyebut diri sebagai bagian dari generasi sandwich yang harus menanggung banyak peran sekaligus namun tetap memilih untuk peduli pada lingkungan sekitar.
Baca Juga: Bacaan Sholawat Munjiyat: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Aksi Nyata di Tengah Malam demi Keselamatan Warga


Yang membuat kisah pemuda Bekasi yang menginspirasi ini istimewa adalah caranya bekerja. Gen Burgeract turun ke jalan pada tengah malam hingga dini hari, mulai dari menambal jalan berlubang di kawasan Kalimalang, membersihkan halte bus yang kotor, hingga menandai titik-titik rawan kecelakaan.
Waktu tersebut dipilih agar aktivitas mereka tidak mengganggu pengguna jalan maupun jam kerja utama masing-masing anggota. Perlengkapan seperti rompi, helm, dan alat keselamatan pun didanai dari kantong pribadi serta donasi masyarakat yang tergerak melihat aksi mereka. Gen Burgeract baru-baru ini juga membantu menyediakan fasilitas kursi di sebuah halte Kota Bekasi untuk warga menunggu transportasi umum.
Baca Juga: Amalan dan 5 Keutamaan Bulan Rabiul Awal: Momen Teladani Akhlak Nabi
Tolong-Menolong dalam Kebaikan, Bukan Sekadar Slogan


Semangat yang ditunjukkan Gen Burgeract sejalan dengan ajaran Islam tentang pentingnya saling membantu dalam kebaikan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
Artinya: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya.” (QS. Al-Ma’idah: 2)
Ayat ini menegaskan bahwa kebaikan akan terasa lebih ringan dan bermakna ketika dikerjakan bersama-sama, sebagaimana yang dipraktikkan lima pemuda ini meski dengan keterbatasan dana dan waktu.
Baca Juga: Kisah Zubair bin Awwam: Sahabat Rasulullah yang Kaya dan Setia
Menjadi Manusia yang Bermanfaat


Islam juga mengajarkan bahwa kualitas seseorang diukur dari sejauh mana ia bermanfaat bagi orang lain, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis yang masyhur:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)
Aksi Gen Burgeract, meski sederhana seperti menyapu halte atau menambal aspal, adalah wujud nyata dari semangat tersebut: memberi manfaat langsung kepada sesama tanpa menunggu diperintah. Para pemuda Bekasi yang menginspirasi ini, mengingatkan bahwa kepedulian sosial bisa dimulai dari hal kecil di lingkungan terdekat.
Tidak perlu menunggu kaya atau punya jabatan, cukup kepekaan terhadap masalah sekitar dan keberanian untuk bertindak. Semangat gotong royong dan saling menolong seperti inilah yang semestinya terus dihidupkan di tengah masyarakat, sebagai bentuk kebaikan yang nyata dan berkelanjutan.




