Hikmah-Hikmah Berqurban

Date

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Berqurban merupakan wujud kecintaan kita kepada Alloh SWT. Sebagai seorang muslim, kita tidak boleh melewatkan berqurban karena terdapa hikmah di dalamnya. Adapun hikah berqurban adalah sebagai berikut:

  1. Amalan yang dicintai Allah.

Dalam hadist disebutkan bahwa amalan yang dicintai Alloh adalah berqurban.

Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah pada hari nahr manusia beramal suatu amalan yang lebih dicintai oleh Allah daripada mengalirkan darah dari hewan qurban. Ia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, rambut hewan qurban tersebut. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada (ridha) Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban.” (HR. Ibnu Majah)

Oleh karena itu sebagai seorang muslim, jika ingin dicintai oleh Alloh Ta’ala kita harus

2. Mendapat lebih banyak kebaikan

Dengan berkurban, maka kita akan mendapatkan banyak kebaikan. Hal ini telah dijelaskan Rasululullah SAW.

Dari Abu Daud dari Zaid bin Arqam dia berkata, “Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah maksud dari hewan-hewan kurban seperti ini?” beliau bersabda: “Ini merupakan sunnah (ajaran) bapak kalian, Ibrahim.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, lantas apa yang akan kami dapatkan dengannya?” beliau menjawab: “Setiap rambut terdapat kebaikan.” Mereka berkata, “Bagaimana dengan bulu-bulunya wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Dari setiap rambut pada bulu-bulunya terdapat suatu kebaikan.”

3. Meraih Ketakwaaan yang Lebih Tinggi

Kurban adalah bentuk ketaatan dan kecintaan kita pada Allah SWT. Dengan berkurban, maka kita kan meraih ketakwaan yang jauh lebih tinggi. Allah Ta’ala berfirman,

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al-Hajj: 37)

4. Bentuk syukur.

Berkurban juga menjadi bentuk syukur seorang hamba atas segala kenikmatan yang diberikan selama ini. Allah berfirman dalam Al-Baqarah ayat 152,

5. Pengingat syiar Ibrahim as.

Kurban pertama kali dilakukan oleh Nabi Ibrahim as dengan mengurbankan anaknya, Ismail as. Dengan ikut berkurban, maka kita akan selalu mengingat betapa besar keimanan seorang Ibrahim dan hal ini menjadi syiar yang sebaiknya kita ikuti. Kejadian ini tertera dalam Al Quran dalam surat As-Saffat ayat 102 sampai ayat 107.

6 . Mengasah kepedulian pada sesama.

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”

7. Jauh lebih baik daripada sedekah

Ibnul Qayyim berkata, “Penyembelihan yang dilakukan di waktu mulia lebih afdhol daripada sedekah senilai penyembelihan tersebut. Oleh karenanya jika seseorang bersedekah untuk menggantikan kewajiban penyembelihan pada manasik tamattu’ dan qiron meskipun dengan sedekah yang bernilai berlipat ganda, tentu tidak bisa menyamai keutamaan udhiyah.”

More
articles

Kontak Kami

Jl. Rajawali Raya No.73 RT.009/RW.002, Kel. Kayuringin Jaya, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat 17144

+62-822-2333-9773

(021) 88960316